
Butuh Bantuan?
Jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami
di melalu telepon dan email di bawah ini:
Kata inverter pasti sudah sering Anda dengar, sebab komponen ini sebenarnya sudah digunakan untuk kebanyakan elektronik di rumah maupun untuk kebutuhan industri. Tapi sebenarnya, apa itu inverter? Bagaimana cara kerja alat ini sampai bisa menyalakan kulkas yang kecil hingga peralatan produksi raksasa di sebuah pabrik?
Jika dijelaskan secara sederhana, inverter adalah sebuah alat elektronik yang mengubah arus DC (Direct Current) menjadi AC (Alternating Current) dalam elektronik induknya. Istilah DC dan AC sendiri merupakan istilah yang banyak digunakan dalam dunia kelistrikan. DC artinya arus listrik searah dari sisi positif menuju sisi negatif, sedangkan AC adalah arus listrik yang gelombangnya berubah-ubah.

Sekarang, bagaimana cara kerja inverter untuk menyalakan sebuah elektronik lainnya? Mari bahas lebih lanjut dalam artikel berikut ini.
Table of Contents
Tadi sudah dijelaskan bahwa inverter adalah alat yang mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bergelombang (AC).
Listrik searah bersumber dari kabel listrik yang menyambung langsung ke rumah Anda, aki pada mobil dan motor, baterai bertenaga besar, diesel, atau sumber listrik lainnya. Arus listrik jenis ini memiliki daya yang sangat tinggi, sedangkan tidak semua elektronik di rumah Anda bisa menampung listrik langsung dari sumbernya.
Itulah mengapa diciptakan inverter yang mengubah arus DC yang kuat menjadi arus AC yang bisa menyesuaikan kekuatan arus tersebut sesuai kebutuhan masing-masing alat elektronik.
Lalu bagaimana jika alat elektronik dinyalakan tanpa inverter?
Kekuatan arus atau daya listrik memengaruhi kecepatan gerak sebuah motor dalam benda elektronik. Sebagai contoh, kipas bisa berputar dengan kecepatan yang Anda atur berkat daya listrik yang disesuaikan. Jika daya listriknya tinggi, maka gerak kipas semakin tinggi, begitupun sebaliknya.
Jika kipas tersebut dinyalakan tanpa menggunakan inverter, artinya ia akan berputar mendapatkan arus listrik yang sangat tinggi. Selain membahayakan, energi listrik yang digunakan pun jadi boros karena kita tidak bisa mengatur kekuatannya.
Prinsip yang sama juga digunakan dalam elektronik skala besar, misalnya lift dan elevator. Jika digunakan tanpa inverter, maka lift akan naik dan turun dengan kecepatan tinggi yang bisa membuat orang-orang di dalamnya mual.
Baca juga: Mengenal Jenis Inverter Schneider dan Kelebihannya
Inverter dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan gelombang listrik yang dialirkan, contohnya:
Sekarang, mari kita bahas perbedaannya berdasarkan penjelasan dalam situs Solar Electric.
Sine wave adalah jenis inverter yang paling banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Inverter jenis ini mengubah arus DC menjadi gelombang AC naik-turun.
Inverter jenis ini biasanya sudah dipasang dalam alat-alat elektronik yang kekuatannya bisa diatur, misalnya lampu yang bisa disesuaikn kecerahannya, kompor listrik atau oven yang bisa disesuaikan panasnya, dan masih banyak lagi.
Selain itu, inverter sine wave juga dijual bebas di toko-toko perkakas dan listrik di Indonesia.
Modified sine wave juga jenis inverter yang banyak ditemukan dalam peralatan elektronik rumah tangga. Bedanya, gelombang AC yang bisa diatur dengan inverter jenis ini tidak sefleksibel inverter sine wave.
Contoh penggunaan inverter modified sine wave adalah pada kipas, dimana Anda hanya bisa mengatur kekuatannya sesuai level atau batasan bawaan dari alat tersebut. Sedangkan dengan sine wave, kita bisa mengatur tingkat kecerahan lampu menggunakan slider yang mana lebih fleksibel.
Harga modified sine wave sendiri jauh lebih murah dibandingkan sine wave yang asli. Produk-produk elektronik dengan inverter jenis ini pun dijual dengan harga lebih murah.
Jenis yang terakhir adalah square wave, yaitu jenis inverter yang mengubah arus DC menjadi arus AC dengan bentuk kotak.
Inverter jenis ini sekarang sudah tidak digunakan lagi, kecuali untuk elektronik-elektronik tua. Sebab arus listrik tidak bisa disesuaikan layaknya dua jenis inverter yang sebelumnya.
Jadi, inverter jenis ini hanya bisa digunakan sebagai tombol On dan Off pada mesin dengan daya sesuai kemampuan elektronik tersebut.

Setelah membahas apa itu inverter dan jenis-jenisnya, sekarang kita akan membahas cara pengaplikasian inverter dalam skala industri. Berdasarkan situs Sunrise Instrument, inverter bisa digunakan untuk mesin industri seperti berikut ini.
Speed controller dan electric motors membutuhkan inverter untuk menyesuaikan kecepatan gerakan dari tiap mesin. Contoh penggunaan inverter untuk kedua jenis mesin ini bisa Anda temukan di industri warehouse, distributor, dan beberapa pabrik yang memproduksi produknya menggunakan mesin.
Sedangkan UPS adalah Uninterruptible Power Supply alias power supply yang arusnya tidak akan terganggu meskipun sedang mati lampu. Fungsi UPS ini adalah sebagai power supply cadangan ketika sumber listrik utama terputus agar tiap mesin bisa tetap beroperasi selama beberapa menit.
Dengan menggunakan UPS, mesin tiap mesin bisa dimatikan dengan benar agar ketika listrik kembali nyala, tidak ada malfunction serta untuk menghindari korsleting.
Peran inverter dalam UPS sendiri mirip dengan perannya ketika digunakan untuk power supply utama. Dengan adanya inverter, UPS bisa bertahan lebih lama jika arus listrik diatur menjadi lebih rendah atau diatur agar mengalirkan arus listrik tinggi agar mampu menjalankan mesin sampai mesin tersebut dimatikan dengan benar.
Baca juga: Mengetahui 4 Jenis Inverter Nord dan Kelebihannya
Exeltech menjelaskan pentingnya penggunaan power inverter untuk industri, contohnya:
Arus listrik yang kadang tidak stabil bisa merusak mesin-mesin produksi dalam industri Anda. Itulah mengapa, power inverter perlu digunakan untuk membuat DC yang kurang stabil menjadi AC yang lebih stabil dan sesuai dengan daya yang dibutuhkan oleh mesin.
Ketika produksi harus dipercepat, inverter juga bisa berguna untuk mengalirkan daya listrik yang lebih besar agar gerakan motor bisa lebih cepat.
Dan yang terakhir, power inverter sangat dibutuhkan untuk melindungi data dalam industri Anda, khususnya data-data yang tersimpan dalam mesin. Sebab layaknya komputer, mematikan mesin atau elektronik secara tiba-tiba bisa menyebabkan data corrupt bahkan hilang seluruhnya.
Biaya untuk maintenance masalah seperti itu bisa jauh lebih besar dibandingkan biaya untuk membeli dan memasang inverter.
Apalagi untuk industri di Indonesia, yang mana frekwensi mati lampunya masih cukup tinggi setiap tahun bahkan tiap bulan. Oleh karena itu, hindari kerusakan baik yang berbentuk digital seperti kehilangan data, atau yang berbentuk fisik seperti korsleting pada mesin dengan menyediakan power inverter.
Seperti itulah penjelasan mengenai apa itu inverter, jenis-jenisnya, serta contoh penggunaannya di dunia industri maupun untuk rumah tangga. Inverter yang digunakan untuk industri dan rumahan tentunya berbeda, baik dari segi ukuran, tenaga yang bisa dikeluarkan, serta biaya. Jadi pastikan Anda beli inverter yang cocok sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Temukan solusi untuk kebutuhan proses industri, sistem dan kontrol pneumatic, dan lainnya di Laskar Otomasi.