
Butuh Bantuan?
Jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami
di melalu telepon dan email di bawah ini:
Industrial automation merupakan pemanfaatan sistem otomatis dan teknologi digital berupa otomatisasi aneka proses dalam industri. Sistem otomatis merujuk pada kombinasi mesin, perangkat lunak, dan perangkat keras yang memungkinkan sistem produksi bekerja secara otomatis dan mengoptimalkan kinerja produksi. Dengan demikian industrial automation digunakan untuk mengontrol mesin, produksi, data dan alur kerja dalam industri.
Secara umum, industrial automation atau otomasi industri dipandang sebagai upaya transformasi perusahaan dari sistem kerja konvensional ke cara kerja industri 4.0 yang lebih mengandalkan teknologi, internet dan peralatan digital. Meskipun tidak terjadi di semua lini, otomasi industri pun disebut sebagai proses digitalisasi industri.

Table of Contents
Penggunaan sistem otomatis dalam industri membawa manfaat yang signifikan, termasuk peningkatan efisiensi dan kualitas serta pengurangan biaya produksi. Penggunaan teknologi otomatis sejalan dengan misi perusahaan di tengah perubahan cara kerja industri berkat adanya teknologi.
Berikut merupakan beberapa aplikasi dan penerapan teknologi dalam otomasi Industrial.
Dalam industrial automation, sistem kontrol merupakan bagian penting yang mengontrol mesin dan peralatan produksi. Sistem kontrol yang lazim digunakan saat ini berupa sistem kontrol terpusat yang mengendalikan sistem otomatis oleh pusat kontrol tunggal dan sistem kontrol terdistribusi yang mana kontrol sistem diambil oleh beberapa unit kontrol yang terdistribusi di beberapa area dalam sistem produksi.
Sudah lama sistem robotik menjadi bagian utama dalam industrial automation. Robot lazimnya digunakan untuk mengotomatisasi tugas repetitif seperti pengelasan, pengeboran, pemotongan material dan distribusi barang.
Keberadaan robot berhasil mengurangi waktu siklus, meningkatkan konsistensi dan keamanan produksi, serta meminimalisir kesalahan manusia. Bagi industri yang sudah memanfaatkan fungsi robotik, mereka mampu mengurangi biaya tenaga kerja dalam jangka panjang.
Mesin CNC (Computer Numerical Control) merupakan mesin yang digunakan untuk mengontrol gerakan dan operasi mesin lewat program komputer. CNC dapat digunakan untuk membuat produk dari berbagai material, termasuk logam, kayu, dan plastik. Mesin CNC dapat diprogram untuk memproduksi produk dengan kualitas yang konsisten dan akurat.
Penggunaan mesin CNC dalam industri dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, serta mengurangi biaya produksi. Mesin CNC juga dapat digunakan untuk memproduksi produk yang sulit dan rumit secara manual.
Sensor adalah perangkat yang digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai area di area produksi. Sensor dimanfaatkan untuk mengukur suhu, kelembaban, tekanan, dan parameter lainnya yang berguna untuk pengambilan keputusan serta mendeteksi adanya anomali. Data yang diambil oleh sensor dapat digunakan untuk memantau kinerja produksi dan memperbaiki sistem produksi secara otomatis.
Penggunaan sensor dalam industri dapat meningkatkan pengawasan dan kontrol atas produksi. Dengan mengumpulkan data dari berbagai area dalam sistem produksi, sensor dapat membantu mengidentifikasi masalah dan memperbaiki sistem secara otomatis.
Baca juga: Manfaat Automation Engineering dalam Industri Modern
Integrasi industrial automation tidak lain merupakan rencana dan pendekatan yang digunakan untuk mengimplementasikan teknologi otomasi ke dalam proses industri. Untuk mencapai tujuan integrasi (meningkatkan efisiensi, kualitas, akurasi dan mengurangi biaya dan waktu produksi) maka perusahaan jasa otomasi industri akan melalui beberapa tahap penting berikut:

Untuk mendapatkan rancangan otomasi yang efektif maka evaluasi proses harus menjadi langkah pertama. Tahap ini dilewati dengan melakukan evaluasi terhadap proses industri/produksi untuk mengidentifikasi proses mana saja yang dapat diotomatisasi. Dengan melakukan identifikasi proses maka akan diketahui pula perangkat lunak dan perangkat keras yang dibutuhkan.
Penentuan terhadap jenis proses industri yang akan diotomatisasi diikuti oleh teknologi relevan untuk melakukan proses tersebut. Pemilihan teknologi industrial automation harus mempertimbangkan kebutuhan industri serta kemampuan dari teknologi yang ada. Beberapa teknologi pilihan yang tersedia saat ini termasuk CNC, sensor, robot serta sistem kontrol seperti PLC dan SCADA.
Usai penyesuaian antara proses yang diotomatisasi dengan teknologi yang diperlukan maka proses implementasi teknologi tersebut sudah dapat dimulai. Tahap implementasi akan dilihat keberfungsian dari teknologi serta dampak yang timbul termasuk aspek keselamatan terhadap karyawan yang berhubungan dengan teknologi tersebut.
Karena teknologi otomasi industri akan diterapkan di lingkup industri maka diperlukan pelatihan terhadap staf dan karyawan untuk menggunakannya. Pelatihan diberikan oleh pihak penyedia jasa integrasi berdasarkan pemahaman dan pengalaman terhadap teknologi yang diterapkan.
Sistem otomatis industri membutuhkan maintenance secara teratur untuk memastikan kinerjanya. Pemeliharaan meliputi pemantauan, pembersihan, dan penggantian komponen yang rusak. Selain itu, diperlukan pula peningkatan sistem secara berkala untuk memperbaiki kelemahan dan anomali yang ditemukan selama produksi.
Baca juga: Sistem Otomasi pada Industri Manufaktur dan Manfaatnya
Integrasi teknologi otomasi ke dalam lingkup kerja industrial tidak terpisahkan dari tantangan yang dihadapi. Berikut beberapa tantangan yang selama ini masih menjadi kendala dalam proses tersebut, antara lain:
Biaya adalah tantangan utama dari strategi industrial automation yang mencakup investasi peralatan (perangkat lunak dan perangkat keras) serta biaya pemeliharaan dan pengawasan. Tantangan ini merupakan kendala bagi perusahaan kecil-menengah untuk segera menerapkan sistem otomatis ke dalam proses industri.
Dibalik dampak besar industrial automation terhadap efisiensi proses industri, implementasi teknologi otomatis membuat perusahaan bergantung pada teknologi. Bila terjadi kegagalan sistem maka proses akan terhenti yang mengakibatkan kerugian.
Dengan beralihnya sistem manual ke sistem otomatis maka perusahaan memerlukan keterampilan yang berbeda. Maka, perlu karyawan yang mampu menjalankan teknologi yang ada. Setiap pembaruan teknologi akan memerlukan pelatihan dengan biaya yang cukup tinggi.
Perlu diperhatikan bahwa sistem otomatis dapat menyebabkan risiko keselamatan kerja jika tidak dioperasikan dengan benar. Karyawan perlu dilatih untuk mengoperasikan peralatan dengan benar dan memahami risiko yang terkait dengan pekerjaan mereka. Selain itu, perusahaan perlu memastikan bahwa sistem otomatis memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.
Implementasi industrial automation paling tidak akan memerlukan integrasi dengan sistem lama perusahaan. Proses integrasi yang rumit memerlukan waktu dan biaya tambahan. Beberapa sistem lama yang tidak mampu diintegrasikan akan memerlukan peninjauan untuk mengubah ke sistem yang lebih adaptif dan integratif sebagaimana tujuan dari otomasi industri yang dilakukan.
Penerapan sistem otomasi industri setidaknya akan mengubah budaya dan struktur organisasi perusahaan. Dengan demikian, memerlukan adaptasi baik oleh karyawan maupun oleh seluruh struktur perusahaan.
***
Menghadapi tantangan dalam proses integrasi Industrial Automation, perusahaan perlu memikirkan kerja sama yang handal dengan perusahaan jasa otomasi industri. Dalam hal ini, Laskar Otomasi Gemilang memiliki portofolio dan pengalaman komprehensif dalam transformasi sistem industri konvensional ke industri modern berbasis teknologi otomatis.