Manfaat Automation Engineering dalam Industri Modern

Kategori: 

Automation engineering atau teknik otomasi merupakan bidang teknik yang berfokus pada perancangan, pengembangan, implementasi, dan pemeliharaan sistem otomatis/automation system. Automation system ini mencakup penggunaan perangkat lunak dan peralatan otomatis untuk mengontrol dan memantau proses produksi, operasi, dan sistem lainnya. 

Seiring perkembangan teknologi dan perubahan strategi bisnis, automation engineering kini pun digunakan di berbagai sektor industri, seperti manufaktur, transportasi, energi, kesehatan, dan sebagainya. Dalam hal ini melibatkan berbagai teknologi, termasuk sensor, kontroler, motor, aktuator, perangkat lunak, jaringan, dan sistem komunikasi mutakhir untuk membangun sistem otomatis yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. 

Manfaat Automation Engineering dalam Industri Modern

Integrasi Automation Engineering

Integrasi automation engineering dipahami sebagai proses integrasi sistem-sistem otomatis seperti robot, sensor, mesin CNC, dan sistem kontrol industri ke dalam suatu sistem kerja industri. Tujuan dari integrasi ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas serta mengurangi biaya dan risiko human error.

Proses integrasi automation engineering untuk produksi misalnya dimulai dengan merancang sistem yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Kemudian memperkenalkan sistem-sistem otomatis yang tepat ke dalamnya. Sistem otomatis dihubungkan dengan perangkat lunak khusus yang memungkinkan sistem produksi untuk berjalan secara otomatis.

Sistem otomatisasi terdiri dari tiga elemen yakni pengukuran, kontrol, dan aktuator. Contoh cara kerjanya sebagai berikut: 

Sensor mengambil pengukuran dan mengirimkannya ke kontrol ⇒ Sistem kontrol memutuskan tindakan yang harus diambil dan mengirimkan instruksi ke aktuator seperti pompa, pemanas, katup aliran, piston, rotor, lengan robot, dan sebagainya ⇒ Aktuator melakukan tindakan tertentu berdasarkan instruksi.

Fungsi dan Tujuan Integrasi Sistem Otomasi

Mengintegrasikan sistem-sistem otomatis ke dalam sistem produksi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan mengurangi waktu siklus produksi disamping meningkatkan kualitas produk dengan memastikan bahwa produk-produk tersebut diproduksi dengan konsistensi tinggi tanpa kesalahan.

1. Meningkatkan Efisiensi Produksi

Salah satu fungsi utama automation engineering dalam industri manufaktur adalah meningkatkan efisiensi produksi. Dengan mengotomatisasi sejumlah tugas dan proses yang repetitif, perusahaan dapat mempercepat produksi mereka, sehingga produk dapat diproduksi lebih cepat dan dihasilkan lebih banyak dalam waktu yang sama. Dengan efisiensi yang meningkat, biaya produksi pun dapat diturunkan.

2. Meningkatkan Kualitas Produk

Selain meningkatkan efisiensi, automation engineering juga dapat membantu meningkatkan kualitas produk. Sebagai contoh, penggunaan sistem inspeksi otomatis dapat memastikan bahwa setiap produk memenuhi standar kualitas yang ditentukan, tanpa risiko kesalahan manusia yang dapat mempengaruhi kualitas produk.

3. Mengurangi Risiko Kesalahan Manusia

Sistem otomatisasi juga dapat membantu mengurangi risiko kesalahan manusia dalam proses produksi. Dalam proses produksi yang memerlukan akurasi yang tinggi, kesalahan manusia dapat mengakibatkan kerusakan pada produk dan biaya yang tinggi. Dengan mengotomatisasi proses-produk tersebut, risiko kesalahan manusia dapat dikurangi dan biaya yang dikeluarkan pun dapat diminimalisir.

4. Meningkatkan Keamanan Kerja

Automation engineering juga dapat membantu meningkatkan keamanan kerja dalam industri manufaktur. Dengan mengotomatisasi tugas berbahaya, seperti mengangkat atau memindahkan barang-barang berat, dapat membantu mengurangi risiko cedera atau kecelakaan kerja yang dapat terjadi pada pekerja menggunakan tenaga manusia.

5. Meningkatkan Pengendalian Produksi

Automation engineering juga dapat membantu meningkatkan pengendalian produksi, dengan memberikan informasi real-time tentang proses produksi. Dengan memonitor proses produksi secara otomatis, perusahaan dapat mengetahui kapan proses produksi harus dihentikan atau diubah untuk menghindari kerusakan pada peralatan produksi.

Tahapan Integrasi Teknologi Otomasi

Berikut adalah langkah-langkah integrasi automation engineering secara umum:

1. Evaluasi kebutuhan bisnis.

Tahapan pertama berupa identifikasi area industri atau proses yang dapat diotomatisasi serta mengevaluasi manfaat yang ingin dicapai. Pada tahap ini pertimbangan pun mencakup biaya investasi, biaya operasional, dan keamanan.

2. Desain sistem.

Setelah identifikasi, akan dilakukan rancangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Tahap ini melibatkan pemilihan perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat untuk diintegrasikan ke dalam sistem secara keseluruhan.

3. Integrasi perangkat keras.

Setelah melakukan desain sistem maka proses selanjutnya berupa integrasi perangkat keras seperti alat kontrol, sensor, robot, dan mesin CNC ke dalam sistem. Termasuk mengupgrade perangkat keras lama yang tidak kompatibel.

4. Integrasi perangkat lunak.

Sebagaimana perangkat keras, perangkat lunak khusus akan dihubungkan ke dalam sistem otomasi. Perangkat lunak memegang peranan penting dalam mengontrol dan menjalankan sistem secara otomatis.

5. Pengujian dan debugging.

Sistem seluruh sistem terpasang maka perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui performa, kesalahan dan keberfungsian sistem otomasi tersebut. Tahap ini krusial untuk menentukan apakah sistem sudah dapat digunakan atau tidak. 

6. Pelatihan dan implementasi.

Jika sistem otomatis dianggap telah berfungsi optimal maka karyawan dan staf yang berhubung dengan sistem tersebut diberi pelatihan dalam penggunaan. Pelatihan juga mencakup cara penanganan error atau exception handling. 

Baca juga: Sistem Otomasi Industri: Pengertian, Jenis, dan Penerapannya

Aplikasi Automation Engineering

Penerapan dasar dari automation engineering bertujuan untuk meningkatkan, menyederhanakan, dan mengotomatisasi berbagai proses termasuk produksi manufaktur, produksi, pembangkitan listrik, pertambangan dan jalur distribusi. Dengan demikian mengurangi kebutuhan terhadap intervensi manusia dan sekaligus memaksimalkan efisiensi. 

Aplikasi Automation Engineering

Berikut beberapa penerapan dari automation engineering:

  • PLC dalam otomasi industri dan otomasi proses. PLC telah digunakan di banyak industri modern dengan keunggulan yang membantu perusahaan melakukan efisiensi dan akurasi. PLC dapat mengontrol sistem kerja mesin industri dan mendeteksi anomali yang terjadi sehingga dapat segera mengambil keputusan.
  • Otomasi Proses Industri termasuk bidang produksi dan distribusi barang. Dengan adanya sistem dan alat otomatisasi maka proses dapat disederhanakan tanpa waktu siklus yang panjang. Otomatisasi proses industri berdampak pada kecepatan, akurasi dan kestabilan alur distribusi.

Penerapan teknologi otomasi industri tidak lain merupakan bagian dari transformasi menuju era 4.0. Pastikan perusahaan anda bermitra dengan jasa otomasi industrial profesional untuk mendapatkan manfaat optimal dari automation engineering

Ada banyak aplikasi dan contoh penerapan automation engineering dalam industri manufaktur. Beberapa contohnya termasuk:

1. Mesin CNC (Computer Numerical Control)

Mesin CNC adalah contoh penerapan automation engineering dalam industri manufaktur. Mesin ini dapat menghasilkan produk-produk yang sangat akurat dengan penggunaan perangkat lunak khusus. Perangkat lunak ini mengarahkan mesin untuk memotong bahan mentah menjadi bentuk yang diinginkan. Mesin CNC banyak digunakan dalam pembuatan produk seperti aksesoris mobil, komponen pesawat terbang, dan produk-produk presisi lainnya.

2. Robot Industri

Robot industri juga merupakan contoh penerapan automation engineering dalam industri manufaktur. Robot industri digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas yang memerlukan akurasi dan kecepatan tinggi, seperti pengelasan, pemotongan, dan pemasangan. Robot industri juga dapat mempercepat produksi, meningkatkan kualitas produk, dan mengurangi risiko kesalahan manusia.

3. Conveyor Belt

Conveyor belt merupakan sistem transportasi otomatis yang memindahkan bahan atau produk dari satu tempat ke tempat lain. Umumnya diperlukan di industri manufaktur untuk mempercepat produksi dan meminimalkan risiko kesalahan manusia.

4. Sistem Inspeksi Otomatis

Sistem inspeksi otomatis digunakan untuk memeriksa kualitas produk secara otomatis. Sistem ini menggunakan sensor dan perangkat lunak untuk memeriksa produk-produk yang dihasilkan dan memastikan bahwa produk-produk tersebut memenuhi standar kualitas yang ditentukan.

5. Sistem Penyimpanan Otomatis

Sistem penyimpanan otomatis digunakan untuk menyimpan dan mengambil barang-barang dari gudang secara otomatis. Sistem ini dilengkapi dengan perangkat lunak khusus dan robot yang dapat mengambil dan meletakkan barang dengan cepat dan akurat.

6. Sistem Pengendalian Kualitas

Sistem pengendalian kualitas adalah sistem yang digunakan untuk memantau dan mengontrol kualitas produk secara otomatis. Sistem ini dilengkapi dengan sensor dan perangkat lunak khusus yang dapat memantau parameter-produk seperti berat, dimensi, dan warna. Jika parameter-produk tersebut tidak sesuai dengan standar yang ditentukan, sistem akan memberikan peringatan atau menghentikan produksi.

Open chat