Cari Tahu Keunggulan Variable Speed Drive di Sini!

Kategori: 

Apa saja keunggulan Variable Speed Drive? Hampir tiap industri dan pabrik membutuhkan variable speed drive untuk mengatur jalannya motor di mesin produksi. Bisa dibilang, VSD atau Variable Speed Drive adalah komponen paling dasar di dalam mesin, robot, atau alat lainnya dalam sebuah industri.

Di setiap pabrik, tentunya ada banyak peralatan yang bergerak dengan kecepatan berbeda serta membutuhkan tenaga yang berbeda-beda pula, sedangkan sumber listrik di industri tersebut hanya ada satu.

Disitulah variable speed drive dibutuhkan, yaitu untuk mengubah suplai listrik yang masuk ke tiap mesin bisa bervariasi.

Cari Tahu Keunggulan Variable Speed Drive di Sini!

Apa itu Variable Speed Drive?

Dikutip dari situs ABB, pengertian variable speed drive adalah alat untuk mengubah sekaligus mengontrol arus energi dari sumber listrik ke mesin.

Dalam cara kerja listrik sederhana, arus AC (Alternate Current) yang berasal dari sumber listrik PLN akan diubah menjadi DC (Direct Current) agar bisa menggerakan mesin. Untuk merubah arus listrik ini dibutuhkan trafo atau dioda.

Namun dengan cara tersebut, kita tidak bisa mengubah kecepatan pergerakan motor di dalam mesin. Oleh karena itu dipasangkan alat tambahan yaitu variable speed drive.

Variable speed drive ditempatkan di antara motor dan sumber listrik. Sehingga, sumber listrik AC akan mengalir ke VSD, kemudian diubah arusnya menjadi DC dan mengalir lagi ke motor.

Dengan VSD, kita bisa mengatur jumlah arus listrik DC yang mengalir ke motor tersebut. Jadi semakin besar arus DC output dari VSD, maka semakin kencang pula perputaran motor di dalam mesin industri tersebut. Itulah mengapa, alat ini ditemukan di hampir semua mesin industri dengan motor.

Baca juga: Pentingnya Speed Control Motor DC dalam Industri

Keunggulan Variable Speed Drive

Rockwell, salah satu perusahaan sistem otomasi terbesar di dunia, dalam situsnya menjelaskan apa saja keunggulan yang bisa kita dapat dari penggunaan VSD, yaitu:

  • Efisiensi penggunaan energi listrik
  • Fleksibel & high performance control
  • Mudah di-setting
  • Operational Intelligence

Mari kita bahas bagaimana VSD bisa memberi keempat dampak ini untuk mesin dalam industri.

1. Efisiensi Penggunaan Energi Listrik

Tidak selamanya sebuah mesin harus dijalankan dalam tenaga penuh. Walaupun dengan cara ini produktivitas tiap mesin bisa ditingkatkan, tapi hal ini juga membuat banyak energi listrik yang terbuang.

Selain itu bila industri Anda bergerak di bidang produk elastis, belum tentu semua produk akan terjual jika permintaan di pasar sedang menurun.

Hal ini juga menyebabkan penggunaan energi listrik yang tidak efektif, biaya untuk bayar listrik jadi meningkat, serta pemborosan bahan baku lainnya.

Oleh karena itu, penggunaan VSD bisa menyelamatkan Anda dari berbagai macam kerugian ketika jumlah permintaan tidak setinggi biasa.

Dengan menurunkan arus DC dan mengurangi kecepatan motor, maka tiap produksi membutuhkan waktu lebih lambat, bahan baku dan produk tidak ada yang terbuang, serta penggunaan listrik pun lebih kecil.

Bukan hanya itu, menjalankan motor dalam kecepatan penuh setiap hari juga meningkatkan resiko worn out, artinya motor tidak bisa digunakan sementara bahkan harus diganti, yang mana akan lebih berdampak pada tingkat produktivitas industri Anda.

2. Fleksibel & High Performance Control

Keunggulan berikutnya ini bisa kita rasakan bila mengerti dasar-dasar sistem automasi dan cara kerja motor dalam industri lebih dalam.

Sederhananya, ada banyak motor yang digunakan dalam mesin. Tiap jenis motor tersebut bisa bekerja paling efektif dalam kecepatan berbeda-beda.

Bila suplai arus DC ada di range terlalu lemah, maka jumlah pemakaian listrik tidak akan sebanding dengan jumlah produksi. Sedangkan bila suplainya ada di range terlalu tinggi, maka motor akan cepat rusak, overheating, aus, dan masih banyak lagi masalah lainnya.

Jadi, motor harus digunakan dalam high performance range, dimana motor bisa bekerja dengan ukuran suplai arus paling efektif.

3. Mudah Di-setting

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya soal high performance range, dibutuhkan tenaga spesialis untuk tahu range suplai listrik paling efektif tiap jenis motor. Sedangkan tidak semua industri punya SDM yang paham akan hal ini, khususnya pada industri kecil di daerah luar Pulau Jawa.

Bila ingin menjaga efisiensi konsumsi listrik, titik high performance range ini juga harus terus diubah dari titik terlemah hingga ke paling tinggi, tergantung jumlah produktivitas yang ingin dicapai.

Untungnya dengan VSD, semua masalah ini bisa diatur tanpa bantuan tuner atau tenaga spesialis.

VSD punya fitur bernama Adaptive Control, dimana kita bisa memonitor kecepatan motor dari waktu ke waktu serta mengubahnya dengan mudah.

Fitur Adaptive Control ini terbukti meningkatkan jangka pemakaian motor sebelum rusak dan meningkatkan uptime tiap mesin yang dilengkapi VSD.

Baca juga: Perbedaan Smart Drive dengan Drive System Biasa

Keunggulan Variable Speed Drive

4. Operational Intelligence

Terakhir, VSD memiliki fitur Operational Intelligence, dimana kita bisa memonitor kondisi tiap motor dan komponen yang terhubung dengan VSD.

Bila ada komponen yang sudah terlalu panas, worn out, atau tidak bisa bekerja dengan efektif lagi, maka komponen tersebut bila langsung diganti.

Operational Intelligence digunakan untuk menghindari downtime yang tidak terduga. Sehingga kita bisa memastikan produksi bisa terus berjalan dan merencanakan kapan harus maintenance ketika ada mesin yang harus diperbaiki.

Kebanyakan industri di Indonesia, masih mengandalkan scheduled maintenance, yaitu hanya melakukan pengecekan sekaligus penggantian komponen dalam sistem automasi berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan. Saat ini, cara scheduled maintenance sudah tidak efektif lagi, sebab downtime bisa terjadi kapan saja.

Oleh karena itu daripada menunggu sampai jadwal maintenance selanjutnya dan meningkatkan resiko downtime mesin karena rusak sebelum sampai ke jadwal rutin, lebih baik cek kondisi tiap komponen dengan Operational Intelligence dan langsung ganti bila ada komponen yang worn out.

Apakah Semua Jenis Motor Butuh VSD?

Pada awal artikel ini, kita menyebutkan bahwa variable speed drive bisa ditemukan di semua industri. Namun, apakah semua jenis motor dalam industri membutuhkan VSD?

Situs Motors Work, menjawab bahwa ternyata tidak semua motor membutuhkan VSD. Memang alat ini bisa memberikan banyak keuntungan pada motor, tapi pemakaian yang tidak tepat juga bisa mempercepat kerusakan dan mengurangi efisiensi penggunaannya.

Sebagai contoh, berikut ini adalah jenis motor yang tidak butuh VSD.

  • Motor dengan usia lebih dari 15 tahun
  • Mesin di industri yang sering mati lampu, tidak punya backup power supply, dan sering mengalami masalah power quality lainnya
  • Motor yang dibuat untuk beroperasi dengan kecepatan spesifik
  • Industri yang tidak membutuhkan variasi produktivitas

Tadi juga sudah dijelaskan bahwa setiap motor punya spesifikasi dan bisa beroperasi dengan kecepatan berbeda-beda. Penggunaan VSD dengan tujuan agar motor dengan performance range rendah agar bisa berputar lebih cepat atau sebaliknya tidak akan membuat produktivitas industri Anda meningkat.

Baca juga: Jenis Motor yang Bisa Menggunakan AC Motor Speed Control

Kesimpulan

Kesimpulannya, variable speed drive terbukti bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas kinerja motor dengan sistem kontrol yang fleksibel untuk mengatur kecepatan perputarannya. Namun, bukan berarti setiap motor dalam mesin produksi harus dilengkapi VSD. Kalau Anda membutuhkan peralatan variable speed drive dan otomasi lainnya, bisa menggunakan jasa dari Laskar Otomasi.

Open chat