Mengenal Soft Starter Motor dan Penggunaannya

Kategori: 

Soft Starter Motor adalah sebuah istilah yang banyak digunakan dalam perindustrian dan elektronik. Tapi perangkat dengan cara kerja yang sama sebenarnya sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu pada benda yang berhubungan dengan listrik.

Kata "starter" sendiri sangat identik dengan istilah ketika kita mau menyalakan motor atau mobil. Nah, prinsip Motor soft starter ini serupa dengan cara starter kendaraan bermotor, namun dengan desain dan cara kerja yang disesuaikan untuk menyalakan mesin bermotor yang ukurannya lebih besar tapi proses menyala yang lebih halus atau bertahap dari tegangan rendah ke tegangan tinggi.

Mengenal Soft Starter Motor dan Penggunaannya

Motor soft starter lebih banyak digunakan untuk mesin-mesin seperti conveyor belt, kipas dalam mesin, atau mesin yang beroperasi dengan pump application.

Untuk lebih lengkapnya mengenai soft starter motor, mari kita bahas penjelasan dan contoh-contoh penggunaanya dalam artikel berikut ini.

Apa itu Motor Soft Starter?

Dikutip dari situs Global Electronic Service Repair, motor soft starter adalah sebuah perangkat tambahan yang digunakan untuk starter mesin tapi dengan cara yang berbeda.

Jika pada mesin mobil dan motor, starter dilakukan dengan langsung mengalirkan tegangan listrik yang dibutuhkan oleh mesin, motor soft starter justru mengalirkan mesin secara perlahan.

Jadi tegangan yang dikirim awalnya rendah, kemudian berubah jadi semakin tinggi secara bertahap sampai motor bisa berputar secara maksimal.

Contoh Penggunaan Soft Motor Starter

Sebelumnya sudah disinggung sedikit apa saja elektronik yang membutuhkan soft motor starter. Sebenarnya, alat ini digunakan untuk bisa digunakan untuk semua jenis motor, walaupun tidak semuanya wajib menggunakan soft starter. Nah, beberapa contoh motor yang menggunakan soft starter misalnya:

  • Electrical Helicopter
  • Kipas
  • Compressor
  • Ventilators
  • Conveyor belts

Mari kita bahas satu per satu bagaimana peran soft starter untuk semua mesin di atas.

1. Electrical Helicopter

Jika Anda pernah melihat helikopter take off, baling-balingnya berputar dari kecepatan pelan kemudian semakin cepat sampai kecepatan penuh. Hal ini sudah jelas untuk menjaga keseimbangan dan agar tidak membahayakan objek di sekitarnya karena terpaan angin dari baling-baling.

Lalu mengapa drone atau replika helikopter mainan tidak menggunakan soft starter?

Alasan yang paling sederhana adalah karena ukuran baling-baling helikopter mainan tidak akan membahayakan sekitarnya walaupun langsung berputar dengan kecepatan tinggi.

2. Kipas Angin

Sama seperti baling-baling helikopter, kebanyakan kipas angin juga berputar dari pelan ke kecepatan tinggi secara bertahap.

Beberapa kipas memang ada yang langsung berputar dengan cepat, khususnya kipas portable dan kipas angin mainan. Tapi jika dilihat, kipas tersebut lebih cepat rusak walaupun menggunakan. Mengapa begitu?

Sebab fungsi motor soft starter pada kipas angin adalah untuk mencegah terjadinya slip atau belt kipas keluar jalur. Jika berputar dengan kecepatan rendah dulu, belt kipas bisa menyesuaikan dengan jalurnya dulu sebelum berputar dengan kecepatan lebih tinggi.

3. Compressor

Berbeda dengan 2 contoh sebelumnya, compressor bukanlah alat yang menggunakan sistem kerja baling-baling. Meskipun sama-sama menggunakan motor, tapi mesin ini menggunakan sistem pump application ketika beroperasi.

Peran soft starter para mesin ini adalah untuk menghindari kerusakan karena power surges atau meningkatnya tegangan listrik secara tiba-tiba ketika menyalakan alat elektronik tertentu.

Dengan menghidupkan semua motor secara bertahap, Anda bisa menghindari kerusakan fatal yang disebabkan oleh power surges.

4. Ventilator

Contoh Penggunaan Soft Motor Starter

Ventilasi yang menggunakan kipas pun rata-rata memiliki soft starter motor di dalamnya. Alasannya sama dengan elektronik kipas yang lain, yaitu menghindari slip dan membuat baling-baling lebih awet.

Dengan menggunakan soft starter, kipas tidak akan rusak parah bila ternyata ada batu, debu, atau kotoran lain yang menyangkut di tali kipas. Jadi sebelum kipasnya patah atau talinya putus, teknisi bisa memperbaiki masalah tersebut dulu.

5. Conveyor Belt

Dan contoh yang terakhir bisa Anda lihat ketika menyalakan conveyor belt untuk kebutuhan apapun.

Menyalakan conveyor belt secara mendadak dengan kecepatan tinggi akan memicu banyak kerusakan. Mulai dari belt yang keluar jalur, barisannya tidak sejajar lagi, ada yang menyangkut, dan masih banyak lagi.

Mengingat harga mesin conveyor belt ini tidak murah, hampir semuanya sudah dilengkapi dengan soft starter. Untuk mencapai kecepatan normal sejak mesin dinyalakan pun ada yang perlu waktu beberapa menit. Hal ini dilakukan demi memastikan conveyor belt bisa berputar satu putaran penuh tanpa ada masalah.

Apa Saja Kelebihan Motor Soft Starter?

Penggunaan soft starter motor bisa memberikan banyak kelebihan, di antaranya:

1. Mengurangi Resiko Overheating

Kelebihan yang pertama dari soft starter adalah mengurangi mesin terlalu panas karena dinyalakan secara mendadak. Untuk kasus seperti ini, analoginya mirip dengan kita memanaskan motor atau mobil dulu sebelum bepergian.

Setiap motor membutuhkan waktu untuk bisa beroperasi dengan maksimal. Jika langsung dialirkan daya listrik tingkat tinggi, overheating bisa terjadi lebih cepat.

Walaupun masalah overheating sendiri tidak berbahaya karena kebanyakan mesin akan langsung nonaktif secara otomatis, tapi panas yang dihasilkan bisa membuat beberapa part rusak permanen.

2. Mencegah Kerusakan karena Power Surges

Berikutnya, soft starter dibutuhkan untuk mencegah kerusakan karena lonjakan listrik secara tiba-tiba waktu menyalakan mesin.

Tanpa menggunakan soft starter, semua motor beresiko rusak waktu kasus seperti ini terjadi. Sedangkan jika Anda menggunakan motor soft starter, hanya motor yang pertama kali bergerak yang beresiko rusak. Kerusakan pun tidak akan begitu parah karena daya listrik yang mengalir masih kecil.

3. Acceleration Time Setiap Mesin Bisa Disesuaikan

Tidak semua mesin membutuhkan acceleration time yang sama. Mesin dengan motor yang lebih banyak mungkin perlu waktu lebih lama untuk mempersiapkan agar bisa bekerja dengan maksimal.

Dengan menggunakan soft starter, Anda bisa mengatur acceleration time tiap mesin sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Namun tidak semua motor soft starter dilengkapi dengan fitur adjustable acceleration time.

Perbedaan VFD dan Soft Motor Starter

Setealah tahu apa itu soft starter motor dan contohnya, beberapa dari Anda mungkin ada yang keliru dan mengira alat ini sama dengan VFD atau Variable Frequency Devices.

Keduanya memang punya fungsi yang kurang lebih sama, yaitu untuk menghindari kerusakan akibat menyalakan motor secara tiba-tiba dengan kecepatan tinggi. Tapi dikutip dari EATON, VFD dan soft starter adalah 2 alat yang berbeda.

VFD digunakan untuk mengatur kecepatan arus AC ke motor ketika motor dinyalakan dan dimatikan. Sedangkan soft starter digunakan untuk membatasi arus AC yang mengalir ke motor ketika baru dinyalakan.

Nama lain VFD adalah Adjustable Frequency Drives (AFDs), sedangkan nama lain dari soft starter adalah Reduced Voltage Soft Starter (RVSS).

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa itu soft starter motor, contoh pengaplikasiannya dan manfaatnya untuk mesin. Jika manufaktur atau pabrik Anda dilengkapi oleh alat-alat bermotor skala besar, kami sangat menyarankan menggunakan soft starter untuk memperpanjang lifespan-nya.

Temukan solusi untuk kebutuhan proses otomasi industri, sistem dan kontrol pneumatic, dan lainnya di Laskar Otomasi.

Open chat