
Butuh Bantuan?
Jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami
di melalu telepon dan email di bawah ini:
Sama halnya seperti scada, system integrator, dan relay panel kontrol listrik pun juga dapat dikaitkan dengan sistem otomasi. Hal ini dikarenakan panel ini bisa mengontrol secara otomatis pada sistem kelistrikan di rumah Anda.
Bukan hanya itu saja, panel lisrik yang satu ini juga bisa diterapkan pada mesin genset. Mesin yang biasa digunakan ketika listrik padam dan Anda membutuhkan penerangan.

Apa itu panel kontrol listrik dan apa saja jenis-jenisnya? Mari simak pembahasan selengkapnya pada konten berikut ini
Table of Contents
Sebelum membahas lebih lanjut membahas panel kontrol listrik, mari terlebih dahulu kenali apa itu panel listrik.
Panel listrik adalah sebuah alat atau perangkat yang fungsinya adalah membagi, menyalurkan dan kemudian mendistribusikan energi listrik dari sumbernya.
Sedangkan panel kontrol listrik merupakan tempat terpasangnya alat-alat listrik. Contohnya seperti MCB, Thermal, Relay, Pilot Lamp, PLC, Kontaktor, dan lain sebagainya.
Supaya bisa digunakan, panel-panel ini harus dirangkai sedemikian rupaya agar dapat mengalirkan arus listrik.
Panel listrik memiliki berbagai fungsi dan kegunaan yaitu sebagai berikut :
Ada berbagai macam panel listrik yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Apa sajakah itu?
Menurut penggunaannya panel listrik terbagi menjadi beberapa jenis yaitu :
Main Distribution Panel atau MDP merupakan panel listrik yang berfungsi untuk membagi dan menerima suplai listrik dari LVMDP lalu mensuplai ke panel listrik selanjutnya. LVMDP adalah induk kendali listrik yang biasanya ada di bangunan, perkantoran, pergudangan, apartement, hotel, pabrik, atau rumah pribadi.
Sub Distribution Panel atau SDP merupakan salah satu jenis panel listrik yang memanfaatkan Moulded Case Circuit Breaker (MCCB) untuk mengaliri listrik yang berasal dari panel LVMDP. Moulded Case Circuit Breaker sendiri merupakan salah satu komponen sistem elektrikal yang fungsinya adalah mengamankan dan memutuskan arus saat terjadi arus pendek (korsleting) atau kelebihan beban (overload) yang bisa menyebabkan kerusakan pada motor listrik dan kebakaran akibat percikan bunga api.
Panel Synchronizing juga memiliki sebutan lain yaitu panel synchron genset. Kegunaan panel ini adalah menggabungkan dua atau lebih sumber listrik untuk memperoleh kapasitas listrik yang lebih besar.
Panel synchronizing bisa dioperasikan secara manual atau otomatis. Terdiri atas dua atau lebih genset dengan kapasitas yang berbeda-beda dan menerima beban secara bersamaan.
LVSDP atau Low Voltage Sub Distribution Panel adalah panel yang berfungsi untuk mendistribusikan daya ke berbagai alat elektronika lainnya. Sedangkan LVSDP atau Low Voltage Main Distribution Panel fungsinya adalah memeriksa daya dari transformator lalu mendistribusikannya ke panel LVSDP.
Panel ini memiliki sebutan lain yaitu Water Level Control (WLC) yang pengoperasiannya memanfaatkan energi listrik sebagai motor listrik untuk memompa air. Hal ini dikarenakan panel satu ini banyak digunakan pada industri pompa air dan industri rumah tangga lainnya.
Fungsi utama panel level control yaitu mengontrol supaya tangki penampungan sesuai dengan kapasitas air. Guna menentukan batas air, pada panel level control tersedia pelampung dan Anda tidak takut lagi bak jadi kepenuhan air.
KWH atau Kilo Watt Hour adalah suatu alat untuk mengukur total penggunaan energi listrik di tempat tertentu, seperti rumah kita sendiri misalnya. Sedangkan panel KWH adalah beberapa KWH yang dikumpulkan dalam satu tempat.
Jelas alat seperti ini tidak mungkin ada di rumah pribadi, melainkan ada di tempat-tempat yang membutuhkan daya listrik besar seperti perusahaan. Masing-masing KWH ini menghitung dan mengukur daya masing-masing.
Panel kontrol listrik yang satu ini dihubungkan atau wiring secara paralel atau seri antara power bank 1 dengan power bank lainya untuk mengejar kVAR. Jika menggunakan panel ini, ada banyaak keuntungan yang bisa Anda dapatkan.
Salah satunya adalah dapat menurunkan ampere dengan beban motor, menghilangkan daya induktif pada motor, sekaligus bisa menghemat pemakaian listrik.
Sesuai dengan namanya, panel kelistrikan yang satu ini ada pada sebuah genset. Singkatan dari AMF adalah Automatic Main Failure sedangkan ATS adalah Automatic Transfer Switch.
Fungsi AMF yaitu menghidupkan genset secara otomatis jika terjadi pemadaman listrik dari PLN. Sedangkan fungsi ATS adalah menutup aliran listrik dari PLN dan membuka suplai listrik secara otomatis.
Panel Change Over Switch atau Panel COS berfungsi untuk menyambung dan memutus aliran listrik langsung dari sumbernya. Panel listrik yang satu ini bisa dioperasikan secara manual atau otomatis.

Berdasarkan jenis bahan yang digunakan, panel listrik terbagi menjadi :
Panel box besi sesuai dengan namanya berbahan dasar besi plat atau baja tuang yang dibentuk dengan cara dipress.
Panel satu ini terbuat dari bahan plastik terutama yang berjenis HDPE. Hal ini dikarenakan plastik jenis ini memiliki sifat yang kuat, keras, dan tahan terhadap suhu tinggi sekalipun.
Berdasarkan tipenya, panel listrik terbagi menjadi beberapa jenis yaitu :
Wall mounting adalah adalah panel yang biasanya diterapkan pada lighting, gas, dan lift dengan ukuran kecil yaitu 700 x 500 x 200 mm, 800 x 600 x 200 mm dan 700 x 800 x 200 mm.
Ukuran panel yang satu ini lebih panjang, lebih lebar, dan lebih tinggi dari ukuran panel pada umumnya yaitu 2200 x 1600 x 600 mm.
Sering disebut panel tegangan menengah. Panel ini mendistribusikan energi listrik ke panel-panel yang lebih kecil kapasitasnya melalui trafo tegangan yang dipakai mulai dari 3,3 KV, 6,6 KV, 20 KV dan 24 KV.
Dalam panel listrik, pasti terdapat berbagai komponen penting yang masing-masing memiliki fungsi. Berikut ini berbagai komponen utama yang ada di panel listrik :
Ketika terjadi konsleting di rumah, orang yang paham kelistrikan pasti langsung menurunkan sebuah benda atau tuas yang ada di bawah KWH. Itulah yang disebut sebagai MCCB atau moulded case circuit breaker.
Fungsi utamanya adalah pemutus dan penyambung aliran listrik. Fungsi lainnya adalah mengamankan pembatas besaran pemakaian listrik.
Bus BAR adalah plat yang terbuat dari bahan kuningan sebagai terminal konekan kabel arus pembagi. Komponen inilah yang membagi aliran dari sumber listrik menuju titik-titik yang membutuhkan konsumsi listrik.
Komponen satu ini bisa memutuskan dan menghubungkan suatu aliran listrik 3 fasa. Agar bisa bekerja secara maksimal, magnetic kontraktor dibantu dengan koil yang ada di sebelahnya.
MCB atau Miniature Circuit Breaker adalah komponen yang fungsinya adalah memutus dan menghubungkan aliran listrik satu fasa. MCB akan memutus aliran listrik secara otomatis apabila terjadi konslet pada jalur instalasi listrik atau jika pemakaian listrik melebihi batas MCB tersebut.
Pilot lamp adalah lampu indikasi yang berfungsi sebagai penanda adanya aliran listrik pada panel kontrol listrik tersebut. Biasanya pilot lamp ini dihubungkan dengan incoming aliran listrik pertama masuk pada panel dengan fuse untuk mencegah konsleting listrik.
Merupakan sebuah alat ukur dari pemakaian yang digunakan pada panel listrik tersebut dan ditandai dengan satuan ampere.
Volt meter adalah alat ukur besaran tegangan pada panel listrik tersebut. Ditandai dengan satuan volt dan biasanya untuk 1 fasa memiliki tegangan 220v – 240v.
Selain komponen-komponen itu masih banyak lagi komponen lainnya. Diantarnya yaitu frequency meter, selektor switch voltmeter, emergency stop, dan lain sebagainya.
Demikian pembahasan lengkap seputar pengertian, jenis-jenis, dan juga komponen pada panel listrik. Kalau Anda membutuhkan panel listrik dan otomasi lainnya, bisa menggunakan jasa dari Laskar Otomasi saja.