10 Jenis Mesin Conveyor Industri yang Perlu Diketahui

Kategori: 

Mesin conveyor adalah mesin yang digunakan untuk memindahkan barang atau material dari satu lokasi ke lokasi lain menggunakan belt/chain pada roller/pulley. Conveyor telah digunakan sebagai alat angkut otomatis dalam berbagai industri, khususnya manufaktur, distribusi, pertambangan dan logistik. 

10 Jenis Mesin Conveyor Industri yang Perlu Diketahui

Komponen Conveyor

Desain mesin conveyor bisa sangat kompleks tergantung pada kebutuhan, jenis material dan ruang atau alur yang dilewati. Kompleksitas conveyor menjadi salah satu faktor mengapa conveyor tertentu, misalnya conveyor spiral, memiliki harga yang lebih mahal. Namun demikian, desain secara umum conveyor terdiri atas:

1. Belt atau Rantai (Belt/Chain)

Belt conveyor terbuat dari sabuk karet atau material berbasis kain yang terpasang di atas rol untuk membawa material dari satu tempat ke tempat lain.

2. Roller atau Pulley

Roller digunakan untuk mendukung dan menggerakkan belt atau rantai. Komponen ini membantu dalam pemindahan material dengan menggerakkan sabuk atau rantai ke arah yang diinginkan.

3. Frame atau Struktur

Frame memberikan dukungan untuk komponen-komponen utama. Struktur ini harus dirancang untuk menahan beban dan tekanan yang diterapkan selama operasi.

4. Motor dan Reduksi (Drive)

Motor dan perangkat reduksi digunakan untuk memberikan daya pada sistem conveyor. Motor ini bertanggung jawab untuk menggerakkan roller atau pulley sehingga material dapat bergerak.

5. Turn Pulley

Pulley pemutar digunakan untuk mengubah arah pergerakan conveyor, terutama pada conveyor berbelok.

6. Sensor dan Kontrol

Conveyor modern dilengkapi dengan sensor dan sistem kontrol otomatis untuk mengontrol laju pergerakan, deteksi material dan pengaturan operasi.

Jenis Mesin Conveyor Industri

Jenis Mesin Conveyor Industri

Berikut jenis conveyor berdasarkan sistem pengangkutan dan jenis material yang diangkut:

1. Belt Conveyor

Menggunakan sabuk karet atau material berbasis kain untuk membawa material. Cocok untuk pemindahan material dalam jumlah besar dan jarak yang cukup panjang. Sering digunakan di industri pertambangan untuk mengangkut batu bara atau mineral dan fasilitas pemrosesan makanan untuk pemindahan produk kemasan.

2. Roller Conveyor

Menggunakan roller untuk membawa material. Cocok untuk pemindahan material yang lebih berat dan memudahkan proses akumulasi. Sering digunakan di pabrik manufaktur otomotif untuk perakitan kendaraan dan pusat distribusi untuk sortasi dan pemindahan palet.

3. Chain Conveyor

Menggunakan rantai yang terhubung dengan bagian pengikat untuk membawa material. Cocok untuk pemindahan material berat dan dalam kondisi lingkungan yang kasar khususnya di industri pertambangan untuk mengangkut batu besar atau bijih logam dan fasilitas produksi kertas untuk memindahkan roll kertas.

4. Screw Conveyor

Menggunakan sekrup atau heliks untuk memindahkan material dalam bentuk serbuk atau bubuk. Cocok untuk pemindahan material yang cenderung menggumpal. Sering digunakan pada industri pengolahan makanan untuk mengangkut tepung atau rempah-rempah dan fasilitas pengolahan limbah untuk pemindahan bahan padat.

5. Bucket Conveyor

Menggunakan ember atau corong berbentuk ember untuk membawa material. Cocok untuk pemindahan material yang berbentuk butiran, biji-bijian dan serpihan. Digunakan dalam industri pertanian, peternakan dan juga pada industri dengan produk kemasan. 

6. Vibrating Conveyor

Menggunakan getaran untuk memindahkan material. Cocok untuk pemindahan material yang cenderung tahan terhadap getaran dan digunakan industri pertambangan untuk memindahkan batuan dan pasir serta fasilitas pengolahan kimia untuk mengangkut bahan dalam bentuk serbuk.

7. Overhead Conveyor

Dipasang di langit-langit pabrik dan digunakan untuk memindahkan material di atas tanah. Cocok untuk pabrik dengan ruang yang terbatas dan pada pabrik manufaktur otomotif untuk perakitan mobil, fasilitas penyimpanan serta distribusi untuk memindahkan barang di gudang.

8. Pneumatic Conveyor

Menggunakan udara bertekanan untuk memindahkan material. Cocok untuk pemindahan material yang ringan dan serbuk di industri pengolahan plastik untuk memindahkan biji plastik dan di fasilitas pengepakan untuk transportasi serbuk dalam proses produksi.

9. Apron Conveyor

Menggunakan plat besi atau apron untuk membawa material. Cocok untuk pemindahan material yang kasar dan berat contohnya pabrik semen untuk mengangkut batu kapur atau tanah liat serta fasilitas pengolahan logam untuk pemindahan material padat.

10. Slat Conveyor

Menggunakan batang atau lempengan datar sebagai permukaan pembawa material. Cocok untuk pemindahan material dalam kondisi lingkungan yang keras misalnya pada industri otomotif untuk perakitan komponen dan pengolahan logam untuk pemindahan material padat dan panas.

Baca juga: Mengetahui Jenis dan Fungsi Sistem Konveyor Industri

Manfaat Conveyor dalam Industri

Penggunaan mesin conveyor memberikan efisiensi yang signifikan dalam dunia industri khususnya industri yang memerlukan pemindahan material/barang secara kontinu atau konsisten. Manfaat yang dihasilkan melalui keunggulan alat ini berupa:

  • Conveyor dirancang untuk mengangkut berbagai jenis material, baik itu benda padat, cairan, atau bahan lainnya. Kapasitas angkut dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.
  • Mesin conveyor dapat beroperasi secara kontinu, mengoptimalkan efisiensi dan produktivitas dalam proses pemindahan material.
  • Dengan otomatisasi dan kemampuan beroperasi tanpa henti, conveyor membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia untuk tugas-tugas pemindahan material.
  • Conveyor dapat dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pabrik atau fasilitas, termasuk panjang, lebar dan kemiringan.

Dengan mengotomatiskan proses pemindahan material, mesin conveyor membantu menghemat waktu dan biaya produksi, meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Kunjungi wesbite Laskar Otomasi untuk mengetahui wawasan tentang industri lainnya.

Open chat