Apa Yang Perlu Diketahui Tentang Industry 4.0?

Kategori: 

Industry 4.0 mengacu pada pergeseran dan transformasi mendasar dalam industri sebagai dampak adopsi teknologi digital dan konektivitas yang tinggi. Konsep ini menggabungkan teknologi informasi, otomatisasi dan data untuk menciptakan lingkungan produksi yang cerdas, efisien dan terhubung.

Apa Yang Perlu Diketahui Tentang Industry 4.0?

Pilar Teknologi Industry 4.0

Dari berbagai referensi, industri 4.0 berbicara mengenai (setidaknya) 9 teknologi dasar yang paling berpengaruh terhadap industri. Artikel ini akan mengulas singkat masing-masing dari pilar tersebut. 

1. Additive Manufacturing

Additive manufacturing, atau yang dikenal juga sebagai manufaktur tambahan, merupakan salah satu revolusi dalam industri pembuatan produk. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi ini telah mengubah cara memproduksi barang khususnya produksi dalam jumlah kecil seperti produk kustom dan suku cadang mesin ringan.

Teknologi ini memungkinkan pembuatan produk dengan desain yang kompleks dan tidak terbatas oleh batasan konvensional produksi massal. Dengan menggunakan perangkat lunak desain 3D dan printer khusus misalnya, objek yang rumit dan unik dapat dibuat dengan presisi tinggi. 

Dalam hal efisiensi, additive manufacturing mampu mengurangi jumlah limbah material yang dihasilkan karena hanya bahan yang diperlukan yang digunakan dalam pembuatan produk. Dalam beberapa kasus, teknologi ini bahkan dapat menggabungkan beberapa komponen yang sebelumnya terpisah menjadi satu bagian tunggal sehingga mengurangi jumlah perakitan yang diperlukan.

Meskipun additive manufacturing menawarkan potensi luar biasa, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku yang sesuai dengan persyaratan teknologi pencetakan 3D. 

2. Augmented Reality (AR)

Dengan memanfaatkan kombinasi antara dunia nyata dan elemen virtual, AR digunakan untuk mengidentifikasi masalah dalam mesin, pelatihan dan diagnosis.

Dengan menggunakan perangkat AR seperti kacamata atau tablet yang terhubung ke mesin, teknisi dapat melihat tampilan overlay yang menampilkan informasi penting tentang komponen mesin. 

Untuk tujuan pelatihan di industri mesin, dengan menggunakan simulasi yang dikombinasikan dengan tampilan real-time, operator mesin dapat dilatih dalam situasi yang realistis tanpa risiko kerusakan mesin yang sebenarnya. 

Dalam diagnosis masalah mesin, teknisi dapat menggunakan perangkat AR untuk memindai komponen dan mendapatkan data serta informasi yang relevan secara real-time. Hal ini akan mengurangi waktu yang diperlukan untuk mendiagnosis masalah dan memungkinkan perbaikan yang lebih cepat dilakukan, menghindari kerugian produksi yang lebih besar.

Namun, untuk mengoptimalkan penggunaan AR dalam industri mesin, tantangan seperti pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih canggih, serta integrasi dengan sistem yang ada, perlu diatasi. Butuh investasi dalam riset dan pengembangan untuk terus meningkatkan kinerja dan fungsionalitas AR dalam konteks mesin.

3. Autonomous Robotics

Teknologi autonomous robotics, atau robotika otonom, telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai industri. Robot-robot ini memiliki kemampuan untuk mengubah tujuan inti mereka berdasarkan tahapan produksi, menghadirkan fleksibilitas dan efisiensi yang luar biasa. Namun, inovasi ini tidak berhenti di sini saja. 

Robot otonom dilengkapi dengan sensor-sensor yang canggih dan pemrosesan data yang kuat, yang memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan secara mandiri berdasarkan informasi yang mereka terima. 

Manfaat apa yang sudah diterima hingga saat ini? Dalam sektor manufaktur, robotika otonom dapat mempercepat dan meningkatkan efisiensi jalur produksi, meminimalkan kesalahan manusia, dan mengurangi risiko kecelakaan kerja. Di sektor logistik, robotika otonom dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses pengangkutan dan pengiriman barang, meningkatkan efisiensi dan akurasi.

Sebagaimana teknologi industry 4.0 lainnya, robot otonom mempunyai tantangan tersendiri termasuk keamanan data, etika dalam penggunaan teknologi ini dan pengembangan regulasi yang relevan. Diperlukan langkah-langkah untuk memastikan bahwa penggunaan robotika otonom tetap sejalan dengan kebutuhan manusia dan prinsip-prinsip etika.

4. Big Data & Analytics

Dalam konteks industri, penggunaan big data dapat memberikan wawasan yang berharga untuk meningkatkan proses dan mengoptimalkan alokasi sumber daya.

Jalur produksi modern menghasilkan jumlah data yang sangat besar pada setiap tahap rantai produksi. Data ini mencakup informasi seperti suhu, tekanan, kecepatan, kualitas bahan baku, dan banyak lagi. Dengan menggunakan teknologi pengumpulan data yang canggih, data ini dapat dikumpulkan secara real-time dan disimpan untuk analisis lebih lanjut.

Melalui teknologi analisis data, perusahaan akan mengidentifikasi pola, tren, dan anomali yang muncul dalam jalur produksi sehingga dapat mengambil langkah-langkah perbaikan yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.

Tantangan terbesar dari teknologi ini adalah kemampuan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memproses data yang besar secara efisien. Diperlukan infrastruktur dan teknologi yang kuat untuk mengelola dan menganalisis data dengan cepat dan akurat. 

5. Komputasi Cloud

Apa Yang Perlu Diketahui Tentang Industry 4.0?

Menuju era manufaktur modern, kolaborasi yang efektif tidak lagi dipengaruhi oleh batasan tempat kerja. Untuk mendukung kolaborasi yang seamless, cepat, dan efisien, komputasi awan (cloud computing) menjadi solusi. 

Salah satu manfaat utama dari komputasi awan adalah kemampuan untuk mengumpulkan dan mengakses data dari berbagai lokasi secara real-time. Data yang dihasilkan di berbagai fasilitas produksi, mesin, atau perangkat terhubung dapat disimpan dan diakses melalui infrastruktur cloud; memungkinkan para profesional dalam manufaktur untuk mengumpulkan data dan berbagi informasi dengan cepat dan mudah, terlepas dari lokasi mereka. 

Tentu saja, penggunaan komputasi awan juga memunculkan beberapa tantangan, seperti keamanan data dan ketersediaan jaringan. Penting untuk mengadopsi praktik keamanan yang tepat dan memastikan konektivitas yang stabil dan andal untuk menghindari potensi risiko.

6. Cyber Security

Dalam era Industry 4.0, di mana konektivitas dan interkoneksi yang luas menjadi norma, perusahaan menghadapi tantangan baru terkait dengan keamanan siber. Peningkatan tingkat akses pengguna dan ketergantungan yang lebih besar pada jaringan berdampak pada kebutuhan perlindungan keamanan siber yang lebih kuat.

Untuk melindungi jaringan dan sistem, perusahaan perlu mengadopsi langkah-langkah keamanan yang canggih, seperti firewall, enkripsi data, pemantauan lalu lintas jaringan dan pembaruan perangkat lunak yang teratur. Menerapkan praktik keamanan data yang kuat, seperti enkripsi data, kontrol akses yang ketat dan kebijakan privasi yang jelas adalah penting dalam menjaga integritas dan kerahasiaan data perusahaan.

Upaya kolaboratif dengan pihak ketiga juga dapat membantu meningkatkan keamanan siber. Demikian pun, perlu dilakukan audit keamanan secara teratur dan penilaian risiko untuk mengidentifikasi celah keamanan potensial dan mengimplementasikan tindakan pencegahan yang sesuai.

7. Horizontal & Vertical System Integration

Horizontal dan vertical system integration merupakan pendekatan yang digunakan untuk menghubungkan semua aset dan informasi dalam rantai pasokan secara sinergis.

Horizontal system integration melibatkan penggabungan dan koordinasi berbagai fungsi dan departemen di dalam organisasi. Melalui teknologi ini, data dan informasi dapat mengalir dengan lancar antara berbagai fungsi dan departemen; memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik dan pengelolaan yang lebih efisien dalam rantai pasokan.

Vertical system integration, di sisi lain, melibatkan penghubungan dan integrasi antara berbagai tingkat dalam rantai pasokan, mulai dari pemasok hingga konsumen akhir. Ini akan memberi manfaat dimana informasi dapat dibagikan secara real-time dan transparan di seluruh rantai pasokan. 

Namun, implementasi teknologi integrasi sistem ini tidak datang tanpa tantangan. Koordinasi dan sinkronisasi antara berbagai sistem dan platform teknologi dapat menjadi kompleks. 

8. Internet of Things (IoT)

Sejauh ini, Internet of Things (IoT) setidaknya telah mengubah cara jalur produksi dan pusat kontrol beroperasi, memungkinkan setiap aset untuk saling terhubung melalui sensor dengan wawasan mendalam. 

Sensor IoT yang terpasang pada mesin, peralatan, dan perangkat lainnya mengumpulkan data secara terus-menerus tentang kinerja dan kondisi aset tersebut. Informasi ini kemudian dikirim ke infrastruktur awan untuk diproses dan dianalisis. 

Selain itu, melalui sensor IoT, informasi tentang waktu siklus, kecepatan produksi, efisiensi energi, dan parameter penting lainnya dapat diakses dan dianalisis oleh staf produksi. Dengan demikian, perusahaan dapat mengidentifikasi area dimana perbaikan atau peningkatan dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Tantangan dari teknologi ini berupa perlindungan keamanan data dan privasi menjadi penting dalam menghadapi risiko potensial terkait dengan pengumpulan dan penggunaan data yang besar. Selain itu, interoperabilitas antara berbagai perangkat dan platform IoT juga harus diperhatikan untuk memastikan integrasi yang mulus dan pengambilan keputusan yang akurat.

9. Simulation

Teknologi simulasi, khususnya berbasis 3D di era industry 4.0 sekarang ini, berkembang dengan pesat karena dampak signifikan yang diterima oleh user atau perusahaan dalam meningkatkan efisiensi. Simulasi 3D memanfaatkan data real-time untuk menciptakan model virtual dari produk, bahan dan prosedur yang digunakan dalam operasi produksi. 

Dalam simulasi 3D, data seperti desain produk, parameter material, dan parameter proses dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam perangkat lunak simulasi yang canggih. Perangkat lunak ini kemudian menggunakan data tersebut untuk membuat model virtual yang mencerminkan seluruh operasi produksi secara akurat.

Perusahaan dapat melakukan simulasi berbagai skenario dan menguji dampaknya terhadap operasi produksi. Diantaranya, memprediksi bagaimana perubahan desain produk atau penggunaan bahan baru akan mempengaruhi waktu siklus, efisiensi, atau biaya produksi. 

Tantangannya saat ini adalah simulasi hanya dapat memberikan perkiraan yang akurat sejauh data yang dimasukkan ke dalam perangkat lunak simulasi benar dan representatif terhadap situasi nyata. Diperlukan pemilihan dan pengumpulan data yang akurat serta pemodelan yang cermat adalah faktor penting dalam memastikan keberhasilan simulasi 3D.

Baca juga: Industrial Automation: Solusi Kontrol Proses Industri 4.0

Mana Yang Terbaik Untuk Bisnis Anda?

Meskipun memberikan dampak signifikan khususnya terhadap alur kerja dan proses produksi, berbagai teknologi industry 4.0 di atas belum sepenuhnya terintegrasi di banyak perusahaan. Kurangnya pemahaman merupakan salah satu alasannya. Laskar Otomasi Gemilang dapat menjadi mitra integrasi industri yang ideal untuk mentransformasikan bisnis anda agar lebih integratif dengan pemanfaatan teknologi yang optimal.

Open chat