HMI Scada: Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis-jenis

Kategori: 

HMI Scada adalah dua hal yang selalu ada di setiap sistem otomasi sebuah perusahan atau industri. Walaupun Scada bukan satu-satunya sistem kontrol yang bisa digunakan untuk mengontrol proses dari sistem otomasi, namun kebanyakan industri di Indonesia menggunakan sistem ini karena kemudahan dari segi operasional.

Fungsi Scada atau Supervisory Control and Data Acquisition adalah untuk mengontrol serta memonitor kerja dalam sistem otomasi sebuah industri.

Mirip seperti Programmable Logic Controller atau PLC, Scada juga membutuhkan perangkat tertentu untuk menampilkan kinerja dari sistem yang ia kontrol. Itulah mengapa dibutuhkan HMI (Human Machine Interface).

HMI Scada: Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis-jenis

Point Dalam Artikel Ini:

  • HMI (Human Machine Interface) adalah sebuah perangkat lunak yang digunakan oleh operator (manusia) untuk komunikasi dengan sistem Scada (komputer)
  • Scada dan HMI adalah dua hal yang berbeda, tiap Scada selalu memiliki HMI, tapi HMI bukan hanya bisa digunakan dalam sistem Scada
  • Penggunaan HMI dalam Sistem Scada dapat memberikan banyak kemudahan, khususnya dalam proses monitor sistem kerja pada industrial building

Apa Itu HMI?

Berdasarkan glossary yang ada dalam situs Computer Security Resource Center, HMI (Human Machine Interface) adalah sebuah software yang digunakan oleh operator untuk berinteraksi dengan sistem control.

Human Machine Interface ini bukan hanya berbentuk komputer atau monitor saja. Sebab ada HMI pada sistem otomasi industri sederhana yang hanya berupa beberapa tombol dalam control panel saja.

Meskipun begitu, kecanggihan teknologi dan inovasi membuat HMI berkembang jadi sebuah sistem yang dapat menampilkan data berupa grafik yang lebih mudah dibaca. HMI sendiri punya banyak fungsi, di antaranya:

  • Memodifikasi control setting dalam sebuah kontrol sistem, baik PLC maupun Scada
  • Mengoperasikan sistem otomasi secara manual pada saat-saat emergency
  • Merubah algoritma, perintah, dan parameter pada sistem kontrol
  • Menampilkan informasi kinerja industri hingga informasi operator seperti manager, engineer, dan staf lainnya

Perbedaan Scada dan HMI

Jika dijelaskan secara sederhana, Scada alias Supervisory Control and Data Acquisition adalah sebuah sistem yang mengontrol seluruh sistem otomasi dalam sebuah bangunan industri. Sedangkah HMI hanyalah satu bagian yang digunakan untuk mempresentasikan data dan mengoperasikan sistem kontrol tersebut.

Seperti yang dijelaskan dalam situs Real Pars, Scada terdiri dari gabungan perangkat yang lebih kecil, misalnya:

  • Sensor
  • RTU (Remote Terminal Unit)
  • PLC
  • HMI (Human Machine Interface)

Jadi, Scada mengontrol seluruh mesin di dalam industri secara luas. Sistem ini akan mendapatkan data dari semua area yang diawasi, misalnya power plant, water plant, booster station, dan lain sebagainya. Kemudian data-data tersebut ditampilkan melalui HMI di control room atau ruang khusus operator.

Jadi, HMI merupakan bagian dari sebuah sistem kontrol seperti Scada, sedangkan Scada bukanlah bagian dari HMI. Scada tetap bisa beroperasi walaupun tidak memiliki HMI. Sebagai contoh, beberapa sistem kontrol tradisional masih bisa beroperasi walaupun hanya terdiri dari PLC, sensor, dan control panel saja.

Control panel ini akan menjadi alat yang menggantikan tugas dari HMI. Walaupun penggunaan HMI jauh lebih mudah, tapi bukan berarti setiap Scada wajib punya HMI.

Sebaliknya, HMI tidak akan berguna tanpa control system yang memberikannya data. Jadi jika dalam Industri Anda hanya ada HMI, tanpa sensor, tanpa PLC, dan tanpa Scada, maka alat tersebut tidak bisa menampilkan data apapun.

Pengertian HMI Scada

Jadi ketika ada orang yang berbicara tentang HMI Scada, yang mereka maksud adalah penggunaan software based control system dengan user interface yang sudah dilengkapi dengan teknologi grafik.

Dengan teknologi ini, proses monitoring maupun modifikasi kontrol dapat dilakukan dengan jauh lebih mudah. Sebab data akan dapat dibaca dengan cepat karena ditampilkan dalam bentuk grafik. Sedangkan perintah pada sistem pun bisa diubah menggunakan bahasa pemrograman khusus melalui komputer.

Penggunaan HMI dalam Supervisory Control and Data Acquisition juga dapat mengubah sistem dari yang awalnya bersifat centralized menjadi lebih portable.

Walaupun tetap ada satu komputer atau monitor untuk mengawasi seluruh kerja mesin di industri pusat, para operator, petinggi, hingga manager dari industri tersebut dapat mengakses sistem kontrol melalui laptop, HP, hingga web browser dari mana saja dan kapan saja.

Cara Kerja Scada/HMI

Cara Kerja Scada/HMI

Secara garis besar, process flow dalam sistem Scada/HMI tidak begitu jauh dengan Scada biasa.

Jadi RTU, PLC, dan control device lainnya akan mengirimkan data ke sistem pusat. Kemudian, operator melihat hasil data ini melalui HMI dalam bentuk grafik digital.

Operator juga dapat melihat semua proses yang terjadi di masing-masing area secara real time, mulai dari suhu, display, dan masih banyak lagi.

Ketika ada kejadian di luar perintah, maka sistem akan membunyikan alarm yang juga tampil dalam layar HMI.

Jenis HMI yang Dapat Digunakan untuk Pengontrolan

Ada tiga jenis HMI yang dapat digunakan untuk pengontrolan sebuah sistem yaitu:

1. Push Button Replacer

Push Button Replacer merupakan salah satu alat kontrol paling lama dalam dunia automation system. Sebab seluruh control ini masih menggunakan tombol-tombol dan tuas sebagai alat pengontolan.

Pushbutton Replacer umumnya terdiri dari tombol on/off, LED, alarm, dan tuas.

Meskipun sudah ketinggalan jaman, faktanya alat ini masih bisa menyelesaikan tugas baik produksi maupun kontrol warehousing sederhana pada industri agrikultur di daerah-daerah terpencil.

2. Data Handler

Sesuai dengan namanya, alat yang satu ini memfokuskan presentasi data kepala operator. Umumnya HMI jenis data handler membutuhkan layar monitor yang sangat besar untuk menampilkan seluruh gambar, grafik, dan hasil komunikasi antar mesin.

Dari data-data inilah operator kemudian mengambil keputusan atau memberi perintah untuk menyelesaikan tugas produksi. Umumnya, data handler juga menampilkan informasi lama berupa history untuk evaluasi perusahaan dalam mengambil keputusan.

3. Overseer

Dan terakhir adalah contoh HMI yang paling modern, yaitu overseer.

Alat ini memang membutuhkan industrial PC untuk bisa beroperasi. Bahkan kalian membutuhkan sistem operasi Windows dalam komputer tersebut dan sambungan-sambungan kabel ethernet.

Sebab dengan satu device ini, operator bisa melakukan seluruh pekerjaan baik dari segi monitoring maupun modifikasi perintah langsung.

Solusi Industrial Automation dari Laskar Otomasi

Melihat penjelasan dari sistem Scada dan HMI ini, beberapa dari Anda yang tidak memiliki latar belakang pendidikan teknik dan engineering mungkin akan bingung.

Namun bukan berarti Anda harus sekolah lagi untuk membangun industri sendiri. Sebab sudah ada Laskar Otomasi Gemilang yang membantu instalasi hingga solusi industrial automation mulai dari awal hingga seluruh sistemnya bisa beroperasi.

Laskar Otomasi Gemilang juga menyediakan layanan instalasi control system baik Scada maupun PLC dengan perangkat berstandar internasional.

Jadi untuk Anda yang ingin memasang HMI/Scada di industri masing-masing, silahkan hubungi Laskar Otomasi Gemilang lewat situs resmi kami. Kantor kami berpusat di Ruko Edison Gading Serpong, namun kami juga punya tim lapangan yang siap survey langsung ke lokasi industri klien.

Open chat