Gardu Listrik: Pengertian, Macam-macam, dan Fungsinya

Kategori: 

Anda semua pasti pernah mendengar tentang gardu listrik. Sebab gardu ini selalu ada di setiap bangunan seperti pabrik, kantor, atau bangunan besar lainnya. Tapi tidak semua orang mengerti apa fungsi dari bangunan ini.

Beberapa orang bahkan mengira gardu listrik adalah tempat keluarnya listrik yang mengalir ke bangunan induknya. Walaupun tidak sepenuhnya salah, tapi bukan itu fungsi utama dari gardu ini.

Oleh karena itu kami akan jelaskan apa sebenarnya gardu listrik alias electrical substation sekaligus fungsi dan jenis-jenisnya.

Gardu Listrik: Pengertian, Macam-macam, dan Fungsinya

Point dalam Artikel Ini yaitu :

  • Gardu listrik adalah sistem pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik
  • Ada 7 jenis gardu, yaitu transmisi, distribusi, kolektor, konverter, railways, switching station, dan mobile substation.

Apa Itu Gardu Listrik?

Dikutip dari situs UK Power Networks, gardu listrik alias electrical substation adalah sebuah kumpulan alat untuk mengubah listrik tegangan tinggi menjadi listrik tegangan rendah, atau sebaliknya. Umumnya setiap bangunan punya gardu listrik, walaupun ada yang ukurannya kecil dan ada pula yang ditempatkan terpisah seperti area bangunan sendiri.

Sebab suplai listrik dari tiang listrik langsung selalu punya tekanan tinggi. Sedangkan mesin, alat elektronik, dan benda-benda di rumah yang membutuhkan tenaga listrik punya batas voltase tertentu.

Jika listrik tegangan tinggi tersebut tidak diatur, bisa-bisa semua alat elektronik di rumah Anda meledak karena kelebihan muatan.

Elemen Dalam Gardu Listrik

Setiap electrical substation selalu punya 3 elemen utama, yaitu:

  • Switching
  • Proteksi
  • Control equipment

Karena gardu listrik selalu dialiri oleh listrik tegangan menengah hingga tinggi, maka dibutuhkan sistem proteksi khusus untuk melindungi alat ini dari korsleting.

Selain itu gardu induk tidak boleh dimasuki oleh siapapun, termasuk staf dan engineer profesional, kecuali setelah switch-nya dimatikan.

Beberapa gardu induk skala besar juga dilengkapi dengan circuit breaker untuk melindungi dari korsleting karena kelebihan muatan listrik.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Mengenai Panel Kontrol Listrik

Fungsi Gardu listrik

Gardu induk yang sering Anda lihat di PLN punya fungsi untuk menurunkan tegangan listrik dari tinggi ke listrik tegangan menengah atau rendah. Sebab fungsi gardu listrik tersebut hanya dirasakan oleh masyarakat saja.

Sedangkan gardu induk di kawasan pabrik, kampus, apartemen, atau perkantoran punya fungsi tambahan lain, yaitu untuk distribusi dan transmisi listrik ke seluruh area bangunan. Dalam satu gardu induk pun terdiri dari beberapa macam gardu dengan fungsinya masing-masing.

Macam-macam Gardu Listrik

Berdasarkan Wikipedia, macam-macam gardu listrik ada 7, yaitu:

  • Gardu Transmisi
  • Gardu Distribusi
  • Gardu Kolektor
  • Gardu Konverter
  • Switching Station
  • Mobile Substation
  • Railways

Mari kita bahas fungsi tiap jenis gardu ini satu per satu.

1. Gardu Transmisi

Yang pertama adalah gardu transmisi alias transmission substation. Fungsi dari gardu transmisi adalah menghubungkan satu atau lebih transmission lines menggunakan transformator untuk memutus dan menghubungkan sambungan tersebut.

Semakin besar dan semakin banyak transmission line dalam area tersebut, maka semakin besar pula gardu transmisi yang dibutuhkan.

Gardu transmisi juga bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Step up transmission substation
  • Step down transmission substation

Pada Step up transmission substation, gardu akan meningkatkan tegangan listrik dan mengalirkannya lewat transmission lines.

Sedangkan step down transmission substation akan menurunkan tegangan listrik yang terhubung lewat transmission lines.

Macam-macam Gardu Listrik

2. Gardu Distribusi

Selanjutnya ada gardu distribusi, bagian dari gardu induk yang punya fungsi paling banyak.

Fungsi gardu ini adalah untuk menyalurkan tenaga listrik tegangan rendah maupun tenaga tegangan menengah ke area yang membutuhkan, baik itu rumah, ruangan produksi, dan lain sebagainya.

Tenaga listrik bertegangan tinggi yang sebelumnya mengalir dari transmission lines di gardu transmisi inilah yang disalurkan oleh gardu distribusi.

3. Gardu Kolektor

Mirip seperti gardu distribusi, gardu kolektor juga punya gardu induk sendiri dan bertugas untuk menyalurkan listrik. Bedanya, gardu kolektor mengumpulkan sendiri tenaga listrik dengan peralatan pembangkit listrik seperti turbine atau panel surya.

Tenaga listrik dari kedua peralatan listrik tersebut dialirkan ke trafo distribusi yang kemudian menyalurkan tegangan rendah sesuai grid atau jalur listrik.

4. Gardu Konverter

Gardu konverter berhubungan langsung dengan High Voltage Direct Current. Namun, tugas dari gardu ini adalah untuk mengubah direct current menjadi alternate current atau sebaliknya, sesuai dengan kebutuhan listrik tempat gardu induk dibangun.

5. Switching Station

Switching station merupakan gabungan dari gardu kolektor dan gardu distribusi. Artinya gardu merupakan gardu induk yang memiliki peralatan pembangkit listrik sekaligus menyebarkannya ke seluruh daerah tanpa melalui gardu transmisi lagi.

Elemen utama dalam gardu ini adalah switching, alias peralatan listrik untuk menyambungkan dan memutus tenaga listrik.

Switching bisa dilakukan dengan sengaja menggunakan tuas atau tombol tertentu, atau bisa juga dilakukan secara sengaja, misalnya ketika gardu tersambar petir.

6. Mobile Substation

Berikutnya ada gardu induk di dalam truk bernama mobile substation. Jenis gardu ini berbeda dengan aki atau diesel, sebab mobile substation tetap bisa mengalirkan listrik tegangan rendah maupun tinggi. Selain itu, gardu ini juga bisa berfungsi sebagai gardu distribusi.

Dalam mobile substation, terdapat 3 peralatan utama, yaitu:

  • Transformator
  • Breakers
  • Buswork

Saat ini memang jarang ada mobile substation yang berkeliaran di jalanan Indonesia. Sebab kebanyakan penggunaannya hanya sebagai gardu distribusi ketika perang saja.

7. Railways

Terakhir ada gardu railways atau disebut juga traction substation.

Gardu induk yang satu ini hanya punya satu fungsi, yaitu untuk mendistribusikan listrik ke kendaraan umum bertenaga listrik seperti kereta, trem, dan masih banyak lagi.

Di Indonesia, kereta api listrik memang masih mendapatkan suplai tenaga listrik dari PLN. Namun di negara-negara Eropa, kereta listrik mereka punya traction substation untuk mengumpulkan sekaligus mendistribusikan listrik untuk kendaraan ini.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Inverter, Jenis-jenis, dan Manfaatnya

Sistem Otomasi dalam Gardu Listrik

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, gardu induk dengan tegangan listrik tinggi tidak boleh dimasuki oleh siapapun, bahkan oleh para engineer sendiri tanpa perlengkapan dan kondisi khusus.

Oleh karena itu pengoperasian dan monitor gardu induk dilakukan menggunakan sistem otomasi oleh operator dari control room.

Umumnya, sistem otomasi pada gardu induk menggunakan sistem Scada melalui dedicated communication wires. Sehingga proses monitoring, modifikasi, dan segala macam penyesuaian pada gardu induk bisa dilakukan tanpa harus memutus suplai listrik di bangunan tersebut.

Penggunaan sistem otomasi untuk gardu listrik bukan hanya dapat mengurangi resiko kecelakaan pekerja, namun juga mengurangi kerugian akibat produktivitas industri yang berhenti, dan meningkatkan sistem keamanan otomatis ketika terjadi hal-hal di luar rencana.

---

Seperti itulah penjelasan mengenai gardu listrik beserta fungsi dan jenis-jenisnya. Ternyata, gardu induk yang sering Anda lihat di bangunan-bangunan bukan hanya untuk mengalirkan listrik, tapi juga merubah tegangannya dari tinggi ke rendah, dari direct current ke alternating current, serta ada juga yang sekaligus mengumpulkan langsung tenaga listrik di tempat yang sama.

Jika perusahaan Anda membutuhkan bantuan dalam sistem otomasi industri, jangan ragu menggunakan layanan dari Laskar Otomasi Gemilang

Open chat