Mengenal Conveyor System dalam Industri Otomatis

Kategori: 

Conveyor system telah menjadi bagian integral dari banyak industri, merevolusi penanganan material dan menyederhanakan proses produksi. Sistem ini serbaguna dan efisien dalam mengangkut barang, bahan baku dan produk jadi.

Di era otomasi industri, sistem konveyor menjadi integral di dalamnya. Integrasi sejumlah teknologi cerdas telah meningkatkan efisiensi dari conveyor systems, memberikan dampak signifikan khususnya peningkatan throughput, keamanan, kualitas produk dan pemanfaatan ruang yang efisien.

Mengenal Conveyor System dalam Industri Otomatis

Key takeaways:

  • Komponen dasar conveyor system
  • Jenis conveyor industri dan kelebihan masing-masing
  • Integrasi teknologi cerdas ke dalam conveyor system

Memahami Conveyor Systems

Conveyor system adalah alat untuk mengangkut barang dari satu lokasi ke lokasi lain dalam lingkungan yang terkontrol. Menggunakan sabuk, rol, maupun rantai untuk membawa barang sepanjang jalur yang telah ditentukan, sistem konveyor didesain sebagai moda angkutan industri yang mengotomatisasi alur relokasi material atau barang.

Jenis Conveyor Systems

Jenis sistem konveyor yang paling populer di lingkup industri mencakup:

1. Belt Conveyor System

Belt conveyor menggunakan sabuk berkelanjutan (umumnya terbuat dari karet, kain, atau logam) yang dilingkarkan di sekitar serangkaian pulley. Komponen utama dari jenis conveyor system ini mencakup:

  • Belt (Sabuk). Sabuk adalah komponen utama dari sistem belt conveyor yang bergerak secara terus-menerus untuk memindahkan barang.
  • Pulley. Belt conveyor memasukkan pulley di kedua ujungnya dan didorong oleh motor listrik bergerak untuk memindahkan material.
  • Sistem Penggerak. Terdiri dari motor listrik, gearbox dan kopling. Motor menyediakan daya putar untuk menggerakkan sabuk konveyor, sementara gearbox dan kopling mentransmisikan dan mengontrol daya dari motor ke pulley.

Umumnya belt conveyor digunakan dalam berbagai industri untuk mengangkut barang dari satu lokasi ke lokasi lain di dalam fasilitas atau antara berbagai titik dalam jalur produksi.

2. Roller Conveyor System

Roller conveyor menggunakan serangkaian roller untuk mengangkut material dan barang dari satu lokasi ke lokasi lain. Roller conveyor dapat beroperasi baik secara gravitasi maupun dengan mekanisme daya. Pada roller conveyor gravitasi, gaya gravitasi memungkinkan pergerakan material saat material tersebut miring ke bawah. Roller conveyor dengan mekanisme daya, menggunakan motor atau penggerak untuk menggerakkan roller dan mendorong material.

Roller conveyor menawarkan keuntungan dalam aplikasi penanganan material, termasuk:

  • Desain sederhana dengan sedikit komponen, sehingga mudah dioperasikan dan dirawat. 
  • Dapat menangani berbagai jenis material, mulai dari paket kecil dan ringan hingga barang berat dan besar. Cocok untuk berbagai industri seperti pergudangan, distribusi, manufaktur dan logistik.
  • Lebih ekonomis dibandingkan dengan jenis konveyor lainnya, terutama dalam konfigurasi yang dioperasikan secara gravitasi. 
  • Mudah disesuaikan dan dikonfigurasi untuk memenuhi persyaratan tata letak spesifik, memungkinkan aliran material yang efisien dan adaptasi terhadap tata letak fasilitas yang berbeda.

3. Chain Conveyor System

Chain conveyor adalah jenis conveyor system yang menggunakan rantai kontinu untuk mengan pertambangan, otomotif dan penanganan material curah. Fitur dan komponen kunci dari chain conveyor meliputi:

  • Rantai. Terdiri dari serangkaian mata rantai yang saling terhubung membentuk lingkaran kontinu. Rantai didorong oleh sumber daya dan bergerak sepanjang trek untuk mengangkut material.
  • Sprocket. Adalah roda bergigi yang berinteraksi dengan rantai dan memberikan gaya penggerak untuk memindahkan conveyor. Rantai melingkupi sproket dan bergerak saat sproket berputar.
  • Sistem Penggerak. Berupa motor yang memberikan daya untuk memindahkan rantai dan material sepanjang alur. Motor dapat ditenagai listrik, dioperasikan secara hidrolik maupun digerakan secara pneumatik tergantung pada aplikasi dan persyaratan beban.

Chain conveyor mampu menangani beban berat dan material curah. Sistem ini dirancang untuk menyesuaikan berbagai tata letak memungkinkan aliran material yang efisien dan adaptabilitas terhadap konfigurasi fasilitas yang berbeda.

4. Screw Conveyor System

Screw conveyor adalah sistem konveyor yang menggunakan pisau sekrup heliks yang berputar untuk memindahkan material sepanjang alur (tabung). Komponen kunci dari jenis conveyor ini adalah:

  • Sekrup/Auger. Merupakan komponen sentral dari screw conveyor yang terdiri dari pisau heliks yang dipasang pada poros yang berputar. Sekrup dirancang untuk membuat spiral kontinu yang memindahkan material saat berputar.
  • Alur atau Tabung. Screw conveyor beroperasi di dalam alur atau tabung (umumnya berbentuk U atau silinder) yang berfungsi sebagai penampungan untuk sekrup. Alur atau tabung biasanya berbentuk U atau silinder dan menyediakan wadah untuk material yang diangkut. 
  • Sistem Penggerak. Terdiri dari motor, gearbox, dan kopling atau mekanisme penggerak sabuk. Motor memberikan daya rotasi untuk menggerakkan sekrup, sementara gearbox dan kopling atau sabuk mentransmisikan dan mengendalikan daya dari motor ke sekrup. 
  • Inlet dan Outlet Screw. Inlet sebagai jalan masuk material ke conveyor sementara outlet memfasilitasi pembuangan material secara terkendali di lokasi yang diinginkan. 

Screw conveyor digunakan dalam berbagai industri karena kelenturannya, efisiensinya dan kemampuannya untuk menangani berbagai jenis material curah.

5. Overhead Conveyor System

Overhead conveyor system atau conveyor gantung merupakan sistem konveyor yang menggunakan sistem jalur atau rel gantung untuk memindahkan barang. Berbeda dengan conveyor berbasis lantai, conveyor gantung memanfaatkan ruang di atas lantai sehingga efisien dalam memaksimalkan pemanfaatan ruang lantai. 

Komponen utama dari conveyor gantung adalah:

  • Sistem Jalur/Rel. Dipasang di langit-langit atau struktur penyangga di atas lantai. Rel gantung dapat terbuat dari berbagai material, seperti baja atau aluminium.
  • Trolly. Digunakan untuk menahan dan mengangkut barang dan terpasang pada sistem jalur atau rel dan dapat dirancang untuk menampung berbagai jenis beban.
  • Motor Penggerak. Trolly bermotor dilengkapi dengan motor yang menggerakkan pergerakan, sementara trolly tidak bermotor mengandalkan gaya eksternal, seperti gravitasi atau dorongan manual, untuk mendorongnya. 

Conveyor gantung dapat menangani beban berat dan menyediakan transportasi material dengan kapasitas tinggi. Cocok untuk operasi berkelanjutan atau intermiten dalam industri manufaktur, pusat distribusi dan area gudang.

Baca juga: Rekomendasi Motor Listrik untuk Conveyor Industri

***

Pemilihan jenis conveyor tergantung pada jenis material, bobot material dan alur perpindahan.

Integrasi Teknologi Cerdas ke Conveyor Systems

Integrasi Teknologi Cerdas ke Conveyor Systems

Kemajuan teknologi telah meningkatkan kemampuan sistem conveyor secara signifikan, memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi, peningkatan produktivitas, peningkatan keselamatan, dan perbaikan kontrol. 

1. Automasi dan Sistem Kontrol

Integrasi sistem kontrol canggih seperti programmable logic controllers (PLC), sistem terkomputerisasi dan sensor telah mengotomatisasi sistem conveyor. Otomatisasi ini memungkinkan kontrol yang tepat terhadap kecepatan, arah, percepatan dan sinkronisasi conveyor dengan peralatan lain.

2. Algoritma Kontrol Cerdas

Sistem conveyor modern menggunakan algoritma smart control yang dapat menyesuaikan parameter secara dinamis berdasarkan data real-time. Algoritma ini mengoptimalkan operasi conveyor dengan menganalisis faktor seperti aliran material, distribusi beban, konsumsi energi, dan kinerja sistem. 

Melalui kemampuan beradaptasi terhadap kondisi yang berubah, sistem ini dapat meminimalkan waktu henti, mencegah bottleneck dan memaksimalkan throughput.

3. Teknologi Material dan Sabuk

Pengembangan material dan teknologi sabuk telah meningkatkan kinerja dan daya tahan conveyor system. Material berkekuatan tinggi seperti kevlar atau serat baja, meningkatkan kekuatan dan umur sabuk, memungkinkan kapasitas angkut beban yang lebih tinggi dan umur layanan yang lebih lama. 

Lapisan dan perlakuan permukaan khusus mengurangi gesekan, meningkatkan cengkraman, dan meningkatkan kinerja sabuk dalam aplikasi tertentu.

4. Sensor Presisi dan Sistem Umpan Balik

Sistem conveyor kini mengintegrasikan sensor canggih dan sistem umpan balik untuk memantau dan mengontrol berbagai parameter. Sensor kecepatan, sensor posisi, sensor beban, dan sistem visi menyediakan data real-time tentang posisi produk, orientasi, berat, dan kualitas. 

Integrasi sensor memungkinkan kontrol yang tepat, pemisahan yang akurat, penyisipan otomatis dan pelacakan material yang efisien; menghasilkan kontrol proses yang lebih baik dan meminimalisir kesalahan.

5. Teknologi Pemisahan

Sistem conveyor dilengkapi dengan teknologi pemisahan seperti pemindai barcode, sistem RFID dan visi komputer yang memungkinkan pemisahan otomatis dan pengalihan produk berdasarkan kriteria tertentu. Dampaknya adalah pemenuhan pesanan yang lebih instan, mengurangi kesalahan dan meningkatkan produktivitas di industri e-commerce, pusat distribusi dan layanan pos.

6. Robotika dan Automated Guided Vehicles (AGV)

Integrasi robotika dan sistem conveyor telah merevolusi penanganan material di industri seperti otomotif, elektronik dan farmasi. Lengan robot dan end-effector dapat bekerja bersamaan dengan conveyor untuk melakukan tugas seperti pengambilan, penempatan, pengemasan, dan inspeksi kualitas. Sistem conveyor juga terintegrasi dengan AGV sehingga transfer material yang lebih lancar antara area atau stasiun kerja yang berbeda.

7. Analitika Data dan Perawatan Prediktif

Sistem conveyor kini memanfaatkan analitika data dan teknik perawatan prediktif untuk mengoptimalkan kinerja, mengurangi waktu henti, dan memperpanjang umur peralatan. 

Dengan mengumpulkan dan menganalisis data kinerja motor, konsumsi energi, keausan sabuk dan parameter lainnya, perawatan dapat dijadwalkan secara proaktif, meminimalkan waktu henti yang tidak terencana dan mengoptimalkan biaya perawatan.

8. Fitur Keselamatan yang Ditingkatkan

Kemajuan teknologi telah menyebabkan peningkatan fitur keselamatan dalam sistem conveyor. Tombol berhenti darurat, interlock keselamatan dan sensor deteksi keberadaan dapat secara otomatis menghentikan operasi conveyor dalam situasi darurat 

Kontroler keselamatan terintegrasi dan tirai cahaya menyediakan lapisan perlindungan tambahan, memastikan operasi yang aman dan mematuhi standar keselamatan.

Baca juga: 10 Jenis Mesin Conveyor Industri yang Perlu Diketahui

Aplikasi Conveyor System Terintegrasi

Aplikasi Conveyor System Terintegrasi

Integrasi teknologi khususnya robotika ke dalam sistem conveyor telah memberikan manfaat signifikan bagi berbagai industri, merevolusi proses penanganan material, perakitan dan pengemasan. 

1. Industri Otomotif

Industri otomotif secara luas mengadopsi robotika dan sistem conveyor untuk menyederhanakan jalur produksi. Lengan robot yang terintegrasi dengan conveyor menangani tugas seperti pengelasan, pengecatan, dan perakitan komponen. 

Sistem conveyor mengangkut rangka kendaraan, suku cadang mesin, dan kendaraan jadi antar stasiun kerja, memastikan aliran material yang efisien dan mengaktifkan integrasi yang mulus dengan operasi robotika.

2. Industri Elektronika

Integrasi robotika dan conveyor telah meningkatkan efisiensi dan presisi dalam proses perakitan dan pengujian industri elektronika. Lengan robot mengambil dan meletakkan komponen elektronik ke papan sirkuit, sementara conveyor mengangkut papan tersebut melalui berbagai tahap perakitan, termasuk pengelasan, pemeriksaan dan pengemasan. 

3. Industri Farmasi

Industri farmasi mendapat manfaat dari integrasi robotika dan sistem conveyor dalam bidang seperti pengemasan, pelabelan, dan kontrol kualitas. Robot dapat menangani tugas yang halus dan tepat, seperti mengisi botol atau blister pack, sementara conveyor mengangkut produk melalui stasiun pemeriksaan, mesin pelabelan, dan garis pengemasan. 

4. E-commerce dan Logistik

Pertumbuhan cepat e-commerce telah mengarah pada integrasi robotika dan sistem conveyor di pusat distribusi dan gudang pemenuhan pesanan berskala besar. Lengan robot dan robot mobile otonom (AMR) bekerja bersama conveyor untuk mengurutkan, mengkategorikan, dan mengemas barang untuk pengiriman. 

5. Industri Makanan dan Minuman

Di industri makanan dan minuman, integrasi robotika dan conveyor telah mengotomatisasi proses seperti pengemasan, palletizing dan pengurutan. Robot dapat menangani produk dengan presisi, memastikan pengemasan yang konsisten, sementara conveyor mengangkut produk melalui stasiun pembersihan, mesin pengisian, dan pos pemeriksaan kualitas. 

6. Industri Dirgantara

Industri dirgantara telah merangkul integrasi robotika dan conveyor untuk tugas seperti perakitan dan pemeliharaan pesawat. Sistem conveyor mengangkut komponen pesawat melalui jalur perakitan, sementara lengan robot membantu dalam tugas presisi seperti pengeboran, pemasangan,dan pengecatan. 

7. Industri Barang Konsumen

Integrasi robotika dan conveyor system telah memberikan manfaat bagi industri barang konsumen dalam bidang seperti pengemasan, pelabelan dan palletizing. Lengan robot bekerja bersama conveyor untuk mengambil produk dari jalur conveyor dan menempatkannya ke dalam karton atau wadah. Conveyor kemudian mengangkut barang yang dikemas melalui mesin pelabelan dan ke area palletizing.

***

Menyesuaikan conveyor system ke dalam industri cerdas memerlukan tenaga ahli untuk menganalisis dan mengintegrasikannya. Anda dapat berkonsultasi ke Laskar Otomasi untuk mendapatkan rekomendasi sistem conveyor untuk industri spesifik anda. Klik link ini!

Open chat