Masa Depan Industrial Automation Manufaktur di Indonesia

Kategori: 

Industrial automation atau otomatisasi dalam industri memberikan beberapa keuntungan yang berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Pertama, industrial automation memungkinkan peningkatan laju produksi dan produktivitas yang lebih baik dengan beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi dan mempertahankan output yang konsisten. Otomatisasi meminimalkan kesalahan manusia dan mengoptimalkan proses, yang menghasilkan produksi yang disederhanakan dan peningkatan efisiensi secara keseluruhan.

Kedua, otomatisasi industri memungkinkan penggunaan bahan yang lebih efisien, mengurangi pemborosan, dan mengoptimalkan alokasi sumber daya. Dengan kontrol yang tepat atas penggunaan bahan, sistem otomatis mengurangi pemborosan dan kerugian bahan, yang menghasilkan penghematan biaya dan keberlanjutan lingkungan.

Masa Depan Industrial Automation Manufaktur di Indonesia

Ketiga, proses otomatisasi menawarkan peningkatan kualitas produk melalui produksi yang konsisten dan terkendali, mengeliminasi variasi dan cacat yang dapat timbul dari faktor manusia.

Keempat, industrial automation mempromosikan lingkungan kerja yang lebih aman dengan mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia untuk tugas berbahaya atau berulang, mengurangi risiko kecelakaan dan cedera di tempat kerja.

Keuntungan-keuntungan yang ditawarkan memastikan laju otomatisasi berjalan cepat dalam berbagai industri modern dewasa ini.

Manfaat Industrial Automation

Otomatisasi industri telah merevolusi lanskap manufaktur, menawarkan berbagai manfaat bagi bisnis di berbagai industri. Dengan mengintegrasikan teknologi canggih dan sistem otomatis ke dalam proses produksi, perusahaan dapat mengoptimalkan sejumlah keuntungan, antara lain:

  • Mengurangi Biaya Tenaga Kerja. Otomatisasi industri menghilangkan kebutuhan akan tenaga kerja yang besar, mengurangi biaya yang terkait dengan gaji, tunjangan, dan pelatihan karyawan. Dengan mengandalkan sistem otomatis, perusahaan dapat mencapai penghematan biaya yang signifikan dalam jangka panjang.
  • Operasi Tanpa Henti. Pabrik otomatis dapat beroperasi secara kontinu, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa batasan faktor manusia seperti istirahat, kelelahan, atau liburan. Operasi yang berkelanjutan ini meningkatkan produktivitas, memungkinkan perusahaan memenuhi permintaan produksi yang tinggi dan memaksimalkan output.
  • Konsistensi Kualitas Produk. Industrial automation mengurangi kesalahan dan variasi manusia, menghasilkan konsistensi kualitas produk yang lebih tinggi. Dengan menggunakan proses yang tepat dan terstandarisasi, perusahaan dapat memastikan bahwa produk mereka memenuhi standar kualitas yang ketat, yang berujung pada kepuasan dan loyalitas pelanggan.
  • Fleksibilitas Produksi. Otomatisasi industri menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dalam proses produksi. Dengan kemampuan untuk dengan cepat merekayasa ulang atau menyesuaikan sistem otomatis, perusahaan dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan permintaan pasar atau memperkenalkan variasi produk baru tanpa proses pelatihan atau konfigurasi yang panjang.
  • Keamanan Kerja. Sistem otomatisasi dapat melakukan tugas-tugas berbahaya atau berulang, mengurangi risiko kecelakaan dan cedera di tempat kerja. Dengan menghilangkan pekerja dari lingkungan berbahaya, perusahaan mengutamakan keamanan dan kesejahteraan pekerja.
  • Pengumpulan Data Otomatis. Pengumpulan data otomatis memberikan informasi yang akurat dan real-time tentang proses produksi. Data ini memungkinkan perusahaan untuk memantau kinerja, mengidentifikasi hambatan, mengoptimalkan alur kerja, dan membuat keputusan yang terinformasi untuk perbaikan proses, yang berujung pada peningkatan efisiensi operasional.
  • Manajemen Persediaan yang Optimal. Industrial automation sering kali mencakup kemampuan manajemen persediaan, memungkinkan perusahaan menjaga tingkat persediaan yang optimal, mengurangi pemborosan, dan meminimalkan biaya penyimpanan. Hal ini memastikan kelancaran operasi rantai pasokan dan meningkatkan efisiensi manajemen persediaan secara keseluruhan.
  • Skalabilitas Tinggi. Sistem otomatisasi industri sangat scalable, memungkinkan perusahaan untuk dengan mudah memperluas kapasitas produksi mereka seiring pertumbuhan permintaan. Baik itu dengan menambahkan lengan robot tambahan atau mengintegrasikan jalur produksi baru, otomatisasi memberikan fleksibilitas yang diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan bisnis.
  • Efisiensi Energi. Sistem otomatisasi industri sering mencakup fitur hemat energi seperti sensor pintar, penggerak kecepatan variabel, dan algoritma kontrol yang dioptimalkan. Dengan mengurangi konsumsi energi, perusahaan dapat mengurangi dampak lingkungan mereka dan mencapai penghematan biaya melalui tagihan utilitas yang lebih rendah.
  • Keunggulan Kompetitif. Mengimplementasikan otomatisasi industri dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Dengan meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas produk, dan mengurangi biaya, bisnis dapat memposisikan diri sebagai pemimpin industri dan lebih memenuhi tuntutan pelanggan.

Industrial automation telah menjadi kekuatan penggerak keunggulan operasional dan kesuksesan bisnis. Dengan memanfaatkan kekuatan teknologi otomatisasi, perusahaan dapat mengoptimalkan proses produksi, meningkatkan efisiensi, dan tetap unggul dalam lanskap pasar yang kompetitif saat ini. 

Mengadopsi otomatisasi industri merupakan langkah strategis yang memungkinkan bisnis meraih berbagai manfaat, membuka jalan bagi pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan.

Apa Saja Jenis Industrial Automation Saat Ini?

Terdapat empat jenis otomatisasi industri yang telah berkembang dan terus memberikan manfaat bagi perusahaan. Di Indonesia, keempat jenis ini sudah mulai digunakan dalam berbagai proses industri.

1. Otomatisasi Tetap (Fixed Automation)

Sistem otomatisasi tetap, juga dikenal sebagai otomatisasi keras, dirancang khusus untuk menjalankan serangkaian tugas tertentu secara efisien dan berulang. Sistem ini banyak digunakan dalam produksi massal atau sistem aliran kontinu di berbagai industri. Dengan mengotomatisasi proses tertentu, sistem otomatisasi tetap dapat menyederhanakan produksi, meningkatkan produktivitas, dan meminimalkan kesalahan manusia. Berikut adalah jenis, contoh, dan aplikasi otomatisasi tetap.

Contoh Otomatisasi Tetap:

  1. Jalur Perakitan Robotik. Dalam industri manufaktur, jalur/garis perakitan robotik menggunakan robot untuk melakukan tugas-tugas berulang seperti pengelasan, pemasangan, dan perakitan komponen. Robot-robot ini diprogram untuk melakukan gerakan yang presisi dengan kecepatan dan akurasi tinggi, sehingga menghasilkan proses produksi yang efisien.
  2. Sistem Conveyor Belt. Sistem conveyor belt otomatis banyak digunakan dalam industri otomotif, pengolahan makanan, dan logistik. Mereka mengangkut material atau produk dari satu lokasi ke lokasi lain secara mulus, mengurangi penanganan manual dan mengoptimalkan aliran produksi.
  3. Mesin Transfer. Mesin transfer adalah stasiun kerja otomatis yang melakukan beberapa operasi pada suatu bagian secara bersamaan. Mesin ini menggunakan berbagai alat dan mekanisme untuk melakukan tugas seperti pengeboran, penggilingan, dan pembentukan, sehingga memaksimalkan efisiensi dan meminimalkan waktu setup.

Baca juga: Mengetahui Jenis dan Fungsi Sistem Konveyor Industri

Aplikasi/Penerapan Fixed Automation:

  • Industri Otomotif. Lengan robot digunakan dalam proses pengelasan, pengecatan, dan perakitan untuk memastikan presisi dan konsistensi. Conveyor belt digunakan untuk mengangkut komponen antara stasiun kerja, memfasilitasi aliran produksi yang lancar.
  • Industri Elektronik. Mesin surface mount technology (SMT) mengotomatisasi penempatan komponen elektronik pada papan sirkuit cetak (PCB). Mesin-mesin ini secara akurat menempatkan dan menyolder komponen, meningkatkan produktivitas dan kualitas.
  • Industri Pengolahan Makanan. Sistem otomatisasi tetap digunakan di pabrik pengolahan makanan untuk tugas seperti pengemasan, penyortiran, dan pengisian. Sistem conveyor otomatis mengangkut produk melalui berbagai tahap pengolahan, mengurangi tenaga kerja manual dan memastikan efisiensi.

Sistem fixed automation cocok untuk lingkungan produksi massal, di mana volume tinggi produk standar perlu diproduksi secara konsisten. Dengan mengotomatisasi tugas-tugas yang berulang, sistem ini memungkinkan produsen mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi, mengurangi biaya dan menjaga kualitas produk.

2. Programmable Automation Systems

Disebut juga sebagai Sistem otomasi terprogram, dirancang untuk menjalankan tugas berdasarkan perintah yang diberikan melalui program komputer. Proses otomatisasi dapat dimodifikasi dan disesuaikan dengan memperbarui instruksi dalam program tersebut.

Fleksibilitas ini memungkinkan produsen untuk menghasilkan berbagai produk tanpa perubahan besar pada pengaturan otomasi. Sistem automasi terprogram umumnya digunakan dalam industri yang membutuhkan kecanggihan dan adaptabilitas dalam proses produksinya.

Sistem Automasi Terprogram dapat ditemukan di:

  • Pabrik Kertas. Dalam industri kertas, sistem automasi terprogram digunakan di rolling mills. Komputer program mengendalikan mesin-mesin yang terlibat dalam proses rolling, yang dapat menghasilkan berbagai jenis produk kertas, seperti newsprint, karton, atau kertas spesialis. Dengan mengatur parameter program, produsen dapat beralih secara lancar antara spesifikasi produk yang berbeda.
  • Pabrik Baja. Sistem automasi terprogram memainkan peran penting dalam pabrik rolling baja. Sistem otomatisasi yang dikendalikan oleh komputer secara presisi mengendalikan proses rolling, memungkinkan produsen untuk menghasilkan berbagai jenis produk baja, termasuk lembaran, batang, dan balok. Dengan mengubah instruksi program, produsen dapat menyesuaikan jalur produksi untuk memenuhi persyaratan pelanggan tertentu.

Aplikasi Otomasi Terprogram:

  1. Produksi dalam Jumlah Batch. Otomasi terprogram ideal untuk skenario produksi dalam jumlah batch, di mana berbagai produk diproduksi dalam jumlah yang lebih kecil. Dengan memprogram ulang sistem, produsen dapat dengan cepat beralih antara konfigurasi produk yang berbeda, mengoptimalkan efisiensi produksi dan mengurangi waktu persiapan.
  2. Kustomisasi. Sistem ini memungkinkan produsen untuk menawarkan produk yang disesuaikan. Program komputer dapat disesuaikan untuk mengakomodasi permintaan pelanggan tertentu, memungkinkan variasi dalam ukuran, bentuk, atau atribut produk lainnya. Fleksibilitas dalam penspesifikasian ini meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperluas peluang pasar.
  3. Rapid Prototyping (Prototipe Cepat). Kemampuan untuk dengan cepat memodifikasi dan menguji parameter produksi yang berbeda mempercepat tahap prototyping, memungkinkan iterasi yang lebih cepat dan penyempurnaan desain produk.

3. Sistem Otomasi Fleksibel (Flexible Automation Systems)

Sistem automasi fleksibel dirancang untuk mengatasi proses batch di mana variasi produk umum terjadi. Sistem ini mengandalkan instruksi yang dioperasikan komputer yang dapat dengan mudah dimodifikasi untuk menyesuaikan spesifikasi produk yang berbeda.

Fitur utama dari automasi fleksibel adalah kemampuannya untuk beradaptasi dengan cepat dan otomatis terhadap perubahan, menghilangkan kebutuhan untuk melakukan konfigurasi ulang peralatan secara ekstensif antara batch.

Sistem Automasi Fleksibel dapat ditemukan di:

  • Manufaktur Tekstil. Industri tekstil secara luas menggunakan otomasi fleksibel dalam proses seperti tenun, rajut, dan pewarnaan. Mesin yang dikendalikan komputer dapat dengan cepat menyesuaikan pengaturan mereka untuk menghasilkan berbagai jenis kain, pola, dan warna, memungkinkan produsen untuk memenuhi beragam permintaan pelanggan dengan efisien.
  • Pengolahan Makanan. Otomasi fleksibel memainkan peran penting dalam industri pengolahan makanan, di mana variasi produk umum terjadi. jalur produksi otomatis dapat diprogram untuk menangani resep, kuantitas bahan, dan persyaratan kemasan yang berbeda, memastikan pengolahan makanan yang efisien dan akurat dari berbagai produk makanan.
  • Manufaktur Cat. Dalam industri cat, automasi fleksibel memungkinkan produsen untuk menghasilkan berbagai macam warna dan formulasi. Dengan memodifikasi instruksi komputer, mesin pencampur cat dapat secara akurat mengukur dan mencampur pigmen dan aditif yang berbeda, menghasilkan pencocokan warna yang presisi dan produk cat yang disesuaikan.

Aplikasi Otomasi Fleksibel:

  1. Penyesuaian Produk. Otomasi fleksibel memungkinkan produsen untuk memenuhi permintaan produk yang disesuaikan. Dengan dengan mudah memodifikasi instruksi komputer, jalur produksi dapat beralih antara spesifikasi produk yang berbeda, memungkinkan penyesuaian yang efisien tanpa waktu henti atau konfigurasi ulang yang signifikan.
  2. Sistem Quick Changeovers. Kemampuan untuk dengan cepat beralih antara pengaturan produk yang berbeda adalah keunggulan utama otomasi fleksibel. Dengan menyampaikan instruksi melalui sistem kontrol, peralatan dapat secara otomatis menyesuaikan pengaturan, mengurangi waktu pergantian dan meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan.
  3. Proses Batch. Automasi fleksibel sangat cocok untuk proses batch di mana berbagai produk diproduksi dalam jumlah yang lebih kecil. Keandalan sistem memungkinkan transisi yang mulus antara konfigurasi produk yang berbeda dalam satu jalur produksi, meminimalkan waktu henti dan memaksimalkan produktivitas.

4. Sistem Industrial Automation Terintegrasi

Sistem automasi terintegrasi bertujuan untuk sepenuhnya mengotomatiskan pabrik manufaktur, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual dan memanfaatkan sistem berkomputerisasi. Sistem ini mengintegrasikan berbagai fungsi dan proses, seperti desain, pengujian, dan fabrikasi, menjadi alur kerja otomatis yang terpadu.

Dengan menghubungkan berbagai tahap produksi secara mulus, automasi terintegrasi memastikan koordinasi dan sinkronisasi yang lancar, yang menghasilkan efisiensi dan produktivitas yang ditingkatkan.

Aplikasi dalam Manufaktur Proses Berkelanjutan:

  • Automation terintegrasi banyak digunakan dalam manufaktur proses berkelanjutan, di mana produk diproduksi secara kontinu. Beberapa contohnya termasuk pabrik pengolahan kimia, kilang minyak, dan fasilitas pembangkit listrik.
  • Automation terintegrasi dapat memantau dan mengendalikan parameter kritis seperti suhu, tekanan, dan laju aliran, memastikan operasi optimal dan meminimalkan risiko kesalahan manusia. Sifat kontinu dari proses produksi memungkinkan penyesuaian dan optimalisasi secara real-time, yang menghasilkan peningkatan kualitas, pengurangan limbah, dan peningkatan throughput.

Aplikasi dalam Manufaktur Proses Batch:

Automasi terintegrasi juga berlaku dalam manufaktur proses batch, di mana produk diproduksi dalam jumlah atau batch tertentu. Industri seperti farmasi, kosmetik, dan makanan dan minuman mengandalkan otomasi terintegrasi untuk menyederhanakan proses produksi batch.

Teknologi Industrial Automation dalam Manufaktur

Ada setidaknya 5 teknologi penting dalam dunia manufaktur modern di Indonesia saat ini. Keberadaan teknologi ini memiliki dampak signifikan pada berbagai proses.

1. Automated Production

Konsep di balik jalur produksi otomatis berkaitan dengan ide mengoptimalkan produksi. Garis ini biasanya dirancang untuk siklus produksi yang panjang dan tanpa henti, mampu memproduksi jutaan unit produk selama beberapa tahun tanpa perlu perubahan yang sering.

Dengan menggunakan pendekatan konstruksi berangka, setiap stasiun di sepanjang garis diberi tugas operasi pengolahan yang spesifik, memungkinkan bagian kerja mentah berkembang secara bertahap dan muncul sebagai produk yang selesai di ujung lainnya.

Salah satu keuntungan utama dari jalur produksi otomatis adalah pemrosesan simultan dari beberapa bagian di stasiun kerja yang berbeda. Setiap siklus, satu bagian yang selesai diproduksi, berkontribusi pada peningkatan output dan efisiensi. Untuk memastikan operasi yang lancar, pengaturan dan koordinasi operasi, transfer bagian, dan kegiatan lainnya yang hati-hati sangat penting.

Jalur otomatis modern mengandalkan kontroler logika terprogram, komputer khusus yang memungkinkan fungsi waktu dan urutan yang akurat, untuk mengendalikan dan mengelola peralatan yang terlibat.

Jalur produksi otomatis banyak digunakan dalam berbagai industri, dengan manufaktur otomotif sebagai contoh utama. Di sektor otomotif, garis ini umumnya digunakan untuk proses penting seperti penggilingan dan pembentukan logam. Penggilingan melibatkan penghilangan logam menggunakan alat pemotong atau pembentuk untuk mencapai bentuk bagian yang diinginkan.

Komponen mesin dan motor sering kali diproduksi melalui metode ini. Karena kompleksitas pembentukan bagian, seringkali diperlukan beberapa operasi. Untuk produksi massal, garis transfer otomatis telah terbukti menjadi solusi yang paling hemat biaya. Pekerjaan dibagi di antara stasiun kerja yang berbeda, mengoptimalkan proses manufaktur secara keseluruhan.

Sedangkan pembentukan logam melibatkan pemotongan dan pembentukan bagian dari lembaran logam. Contoh bagian yang dibentuk melalui proses ini termasuk panel bodi mobil, luar dari alat rumah tangga utama, dan perabotan logam.

2. Numerical Control

Teknologi Industrial Automation dalam Manufaktur

Numerical Control (NC), berdasarkan prinsip otomatisasi terprogram, merevolusi operasi mesin dengan menggunakan angka dan simbol yang terkode dalam pita kertas berlubang atau media penyimpanan lainnya. Teknologi ini memungkinkan kontrol yang tepat terhadap mesin, mengarahkan tindakan dan pergerakan mereka dengan akurasi yang tak tertandingi.

Dalam konteks mesin perkakas, NC digunakan untuk mengatur posisi alat pemotong terhadap bagian kerja yang sedang diolah. Program NC berisi instruksi pengolahan yang spesifik untuk bagian yang sedang diproduksi. Dengan pengkodean nilai numerik yang mewakili koordinat x-y-z dalam sistem sumbu kartesian, program tersebut mengatur posisi alat pemotong selama proses pengolahan.

Dalam sistem CNC modern, sebuah komputer kecil bertindak sebagai kontroler, menjalankan program langsung dari memori komputernya daripada mengandalkan pita kertas berlubang. Meskipun memasukkan program awal ke dalam memori komputer masih melibatkan penggunaan pita kertas berlubang, peralihan ke penyimpanan digital telah menyederhanakan proses ini.

Selain itu, sistem CNC memungkinkan pengiriman program bagian melalui jalur telekomunikasi dari komputer pusat ke mesin perkakas individual, menghilangkan kebutuhan media fisik. Varian dari kontrol numerik ini dikenal sebagai Direct Numerical Control (DNC).

Program mesin, yang berasal dari database desain produk, menentukan komponen-komponen dan lokasi mereka yang sesuai. Data ini dikomunikasikan langsung dari komputer ke mesin penyisipan, memastikan perakitan yang lancar dan akurat.

Numerical control juga digunakan dalam mesin gambar teknik, mesin pengukur koordinat untuk inspeksi yang presisi, dan mesin pemotong nyala, antara lain.

3. Assembly Automation

Otomasi assembly atau sistem pemasangan otomatis ideal untuk produk yang memenuhi kriteria tertentu: jumlah yang besar, ukuran yang kecil, dan desain yang sederhana. Contoh produk semacam itu termasuk pensil mekanik, pena, dan korek api. Untuk barang-barang ini, otomasi berdasarkan prinsip jalur produksi bisa sangat efektif. Namun, produk yang tidak memenuhi kriteria ini biasanya membutuhkan perakitan manual.

Mesin pemasangan otomatis telah merevolusi proses perakitan dengan menggabungkan prinsip-prinsip yang terinspirasi oleh garis transfer penggilingan. Perbedaan utamanya adalah bahwa bukan operasi penggilingan, mesin ini dilengkapi untuk melakukan tugas perakitan di stasiun kerja individu.

Mesin perakitan ini merupakan contoh otomasi tetap, karena biasanya dikonfigurasi untuk produksi dengan volume tinggi dari produk tertentu.

Selain otomasi tetap, ada mesin perakitan yang dapat diprogram yang menawarkan fleksibilitas yang lebih besar. Salah satu contohnya adalah mesin penyisipan komponen yang digunakan dalam industri elektronik, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. 

Mesin ini menggunakan prinsip kontrol numerik untuk menempatkan komponen elektronik pada papan sirkuit cetak dengan presisi dan akurasi. Dengan memprogram mesin dengan instruksi khusus dari database desain produk, mesin penyisipan komponen dengan lancar melaksanakan proses perakitan.

4. Revolusi Robot dalam Operasi Manufaktur

Teknologi robot telah merevolusi industri manufaktur, terutama dalam bidang penanganan material, operasi pemrosesan, serta perakitan dan inspeksi. Robot telah menjadi bagian penting dalam tugas seperti pemindahan material, memuat dan membongkar mesin, pengelasan titik, pengecatan semprot, dan melakukan operasi perakitan yang presisi.

Tugas penanganan material melibatkan perpindahan material atau bagian kerja dari satu lokasi ke lokasi lain. Robot sangat baik dalam operasi transfer sederhana, seperti mengambil bagian dari satu konveyor dan meletakkannya ke konveyor lain.

Namun, tugas yang lebih kompleks juga ada, di mana robot perlu menghitung dan menyusun bagian-bagian pada palet. Pemuatan dan pembongkaran mesin adalah aplikasi penting lainnya, di mana robot yang dilengkapi gripper bertanggung jawab untuk memuat dan membongkar bagian pada mesin produksi.

Operasi pemrosesan dalam manufaktur telah mengalami kemajuan signifikan melalui penggunaan robot. Mesin serbaguna ini sangat baik dalam memanipulasi alat untuk melakukan berbagai proses pada bagian kerja, yang menghasilkan peningkatan efisiensi dan presisi.

Perakitan dan inspeksi merupakan bidang aplikasi penting lainnya untuk robot industri. Biaya tenaga kerja manual yang tinggi telah mendorong adopsi robot dalam proses perakitan.

Desain yang efektif memainkan peran penting dalam perakitan robotik. Metode perakitan yang baik untuk manusia mungkin tidak cocok untuk robot. Merancang komponen untuk perakitan otomatis atau robotik yang mudah, seperti menggunakan sambungan cepat dan prosedur pengencangan satu langkah, menyederhanakan proses tersebut.

Penggunaan robot dalam tugas inspeksi semakin meningkat. Biasanya, robot menempatkan sensor relatif terhadap bagian kerja dan menilai apakah mereka sesuai dengan spesifikasi kualitas.

Seiring teknologi robotik terus berkembang, ruang lingkup aplikasinya dalam manufaktur semakin luas. Dari penanganan material hingga operasi pemrosesan dan perakitan dan inspeksi, robot menawarkan efisiensi, presisi, dan keamanan yang lebih baik, merevolusi cara produk diproduksi.

5. Computer-Integrated Manufacturing (CIM)

Teknologi ini, dikenal sebagai CAD/CAM (computer-aided design dan computer-aided manufacturing), telah berkembang untuk mencakup bukan hanya desain dan produksi, tetapi juga fungsi bisnis yang lebih luas dari perusahaan. Penggunaan komputer secara komprehensif dalam manufaktur ini disebut sebagai manufaktur terintegrasi komputer (CIM).

Teknologi CAD/CAM merevolusi industri manufaktur dengan memanfaatkan kekuatan sistem komputer untuk memproses, menyimpan, dan menampilkan data yang berkaitan dengan spesifikasi bagian dan produk yang besar. Teknologi ini memiliki aplikasi dalam berbagai industri, mulai dari komponen mekanis hingga produk elektronik dan peralatan pengolahan kimia.

Selain itu, manufaktur terintegrasi komputer (CIM) membawa otomasi ke tingkat yang lebih lanjut dengan mencakup seluruh proses desain dan produksi dalam satu sistem terpadu. Ini melibatkan penggunaan sistem informasi komputer (MIS) untuk mengintegrasikan fungsi-fungsi manufaktur yang berbeda, seperti perencanaan produksi, pengendalian inventaris, pengendalian kualitas, dan pemrosesan pesanan.

Dalam CIM, data CAD digunakan untuk menghasilkan program CAM yang memandu mesin perkakas dalam proses produksi. Data ini juga dapat digunakan untuk mengontrol operasi pabrik, termasuk pemantauan dan pengendalian inventaris, serta pemrosesan pesanan dan manajemen kualitas.

Dengan mengintegrasikan berbagai fungsi dan proses dalam satu sistem terpadu, CIM memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan manusia, dan mempercepat waktu produksi.

Baca juga: Manfaat Automation Engineering dalam Industri Modern

Integrasi Industrial Automation Manufaktur

Integrasi otomasi manufaktur merupakan proses menggabungkan berbagai sistem dan teknologi otomasi dalam sebuah lingkungan produksi yang terpadu. Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem yang bekerja secara sinergis, meningkatkan efisiensi operasional, meminimalkan kesalahan manusia, dan meningkatkan produktivitas keseluruhan. 

Dalam integrasi otomasi manufaktur, berbagai perangkat dan sistem seperti robotika, pengendalian otomatis, sistem informasi, dan sensorik digabungkan untuk menciptakan alur produksi yang terkoordinasi dengan baik. Data dan informasi yang dihasilkan oleh setiap sistem dapat ditransfer dan dianalisis secara real-time, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. 

Integrasi otomasi manufaktur juga memungkinkan produksi yang fleksibel, dengan kemampuan untuk mengubah dan menyesuaikan proses produksi secara efisien sesuai permintaan dan perubahan pasar. Dengan adanya integrasi otomasi manufaktur, perusahaan dapat mencapai tingkat efisiensi yang lebih tinggi, kualitas yang lebih baik, dan waktu produksi yang lebih singkat, sehingga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Seiring perkembangan teknologi, sistem otomasi industri diharapkan memainkan peran yang semakin penting dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan integrasi dalam industri manufaktur, pada akhirnya membentuk masa depan produksi.

Perusahaan yang ingin tetap eksis dan bersaing di pasar perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi otomasi ini. Laskar Otomasi Gemilang sebagai penyedia layanan integrasi sistem otomasi industri juga berkontribusi dalam penggunaan teknologi industrial automation manufaktur Indonesia.

Open chat