Peran Automation Engineer dalam Industri 4.0

Kategori: 

Automation engineer atau insinyur otomasi mengacu pada profesional di bidang otomasi yang bertanggung jawab untuk merancang (programming), mengembangkan (development) dan mengimplementasikan sistem dan proses otomasi. 

Salah satu kemampuan seorang insinyur otomasi yang sangat diperlukan saat ini adalah mengotomatiskan pekerjaan manual sebagai upaya mengurangi keterlibatan manusia, meningkatkan akurasi serta kecepatan eksekusi pekerjaan.

Keterampilan yang penting bagi seorang insinyur dan ahli automation adalah pemahaman mendalam tentang pemrograman, sistem dan jaringan komputer, design dan analisis data. Seluruh skills yang ada akan diimplementasikan dalam pelbagai sistem otomatisasi dan control yang dibutuhkan.

Peran Automation Engineer dalam Industri 4.0

Fungsi dan Tugas Automation Engineer dalam Industri

Peran automation engineer dalam industri berkaitan dengan otomatisasi sejumlah sistem, proses, alat dan alur kerja yang dibutuhkan berbagai sektor industri modern. 

Fungsi Automation Engineer

Seorang automation engineer bekerja menggunakan beragam jenis sistem dan teknologi termasuk perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). 

Secara sederhana, seseorang dengan profesi ini menggunakan pemrograman dan tools untuk membuat sistem otomasi yang dapat mengambil input, memprosesnya kemudian menghasilkan output sesuai dengan logika dan alur kerja yang telah ditentukan.

Perusahaan yang mempekerjakan insinyur otomasi juga menyerahkan tugas untuk menguji dan memvalidasi sistem otomasi yang telah dibuat, serta melakukan pemeliharaan dan pemecahan masalah jika terjadi gangguan atau kegagalan. 

Dalam level yang lebih tinggi, seorang automation engineer berkolaborasi dengan tim rekayasa lain dan atau klien untuk merencanakan dan mengimplementasikan solusi otomasi yang sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan bisnis.

Tugas Automation Engineer

Seseorang yang berprofesi sebagai automation engineer dan sejenisnya memainkan peran vital dalam industri yang mengandalkan teknologi automation control. Sejumlah tugas yang dilakukan oleh profesi ini berupa:

  1. Identifikasi Peluang Otomatisasi Baru. Mengidentifikasi peluang baru yang dapat diotomatisasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui process automation.
  1. Perencanaan dan Pembuatan Sistem Otomatisasi.Bekerja sama dengan senior tim rekayasa untuk merencanakan dan membuat sistem otomatisasi dan process automation yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Mereka mengembangkan strategi, merancang arsitektur sistem dan mengimplementasikannya.
  1. Simulasi dan Pengujian Proses dan Peralatan Otomatisasi Baru. Sebelum mengimplementasikan sistem otomatisasi, insinyur automation melakukan simulasi dan pengujian untuk memastikan bahwa proses dan peralatan baru berjalan dengan baik. 
  1. Penulisan dan Eksekusi Uji Kualitas dengan Skrip Otomatis.Dengan menggunakan bahasa pemrograman seperti C# dan Python, seorang automation engineer menulis skrip otomatis melalui programming untuk pengujian kualitas (QA) secara otomatis untuk memverifikasi fungsionalitas sistem dan mendeteksi bug atau kesalahan.
  1. Pengembangan Protokol QA dan Monitoring. Memastikan bahwa standar kualitas dipatuhi dan sistem diperiksa secara teratur untuk mengidentifikasi perubahan atau masalah potensial.
  1. Pengawasan Proses QA. Memastikan bahwa pengujian dilakukan sesuai dengan protokol yang ditetapkan dan hasilnya dicatat dengan akurat.
  1. Pemimpin dan Manajemen Tim untuk Melaksanakan Perubahan. Memberikan pelatihan kepada anggota tim, mengarahkan upaya kolaboratif, dan memastikan semua orang terlibat dalam proses perubahan.
  1. Penanganan Masalah dan Cacat dalam Teknologi Otomatisasi. Ketika terjadi masalah atau cacat dalam teknologi otomatisasi, automation engineer bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah dengan melakukan pemecahan masalah, analisis akar penyebab, dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
  1. Membangun Koneksi antara input dan output Informasi. Menghubungkan data dan instruksi, memastikan bahwa sistem memberikan respon yang tepat sesuai dengan perintah yang diterima.
  1. Meningkatkan Efisiensi untuk Proses Bisnis. Mengidentifikasi bagian-bagian yang dapat diotomatisasi untuk mengurangi kesalahan dan waktu yang terbuang.
  1. Mengembangkan dan Memelihara Dokumentasi Proses dan Peralatan Otomatisasi. 

Level Automation Engineer

Untuk menjadi seorang insinyur atau sarjana automation, disarankan untuk memiliki gelar dalam bidang yang terkait dengan otomasi atau teknik. Jalur pendidikan yang berhubungan dengan automation engineer antara lain Otomasi, Electronics, Ilmu komputer, Pengendalian Proses, Rekayasa Mesin, Robotics dan Rekayasa Listrik.

Beberapa gelar yang relevan yang dapat diambil untuk mengembangkan karir sebagai insinyur otomasi adalah:

Sarjana Teknik Otomasi (Bachelor's Degree in Automation Engineering)

Program sarjana dalam teknik otomasi akan memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip otomasi, electronics, sistem kontrol, pemrograman, dan teknologi terkait lainnya. Gelar ini memberikan dasar yang kuat untuk memahami dan merancang sistem otomasi yang kompleks.

Sarjana Teknik Elektro (Bachelor's Degree in Electrical Engineering)

Program sarjana dalam teknik elektro dapat menjadi landasan yang baik untuk menjadi insinyur otomasi. Gelar ini akan mencakup pengetahuan tentang sistem kontrol, electronics, pemrograman dan jaringan yang dapat diterapkan dalam konteks otomasi.

Sarjana Teknik Mekanik (Bachelor's Degree in Mechanical Engineering)

Gelar dalam teknik mekanik juga relevan, terutama untuk insinyur otomasi yang bekerja dengan sistem otomasi fisik dan mesin. Pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip mekanik dan sistem mekanik akan menjadi aset berharga dalam merancang dan mengelola sistem otomasi.

Sarjana Teknik Komputer (Bachelor's Degree in Computer Engineering)

Program sarjana dalam teknik komputer dapat memberikan landasan yang kuat dalam pemrograman, jaringan, dan sistem komputer yang dapat diterapkan dalam otomasi. Ini akan membantu insinyur otomasi dalam mengembangkan solusi otomasi berbasis perangkat lunak.

***

Selain gelar sarjana, ada juga program magister atau pendidikan lanjutan lainnya yang dapat dipertimbangkan untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan dalam bidang otomasi. 

Sertifikasi dan pelatihan tambahan yang disediakan oleh lembaga-lembaga industri dan organisasi profesional juga dapat meningkatkan keahlian dan kredibilitas seorang insinyur otomasi.

Baca juga: Manfaat Automation Engineering dalam Industri Modern

Teknologi (Tools) yang Digunakan Oleh Automation Engineer

Teknologi (Tools) yang Digunakan Oleh Automation Engineer

Sebagian besar automation process engineer adalah insinyur perangkat lunak yang mengotomatisasi proses melalui bahasa pemrograman. Namun, beberapa di antaranya adalah insinyur otomasi tradisional yang bekerja terutama dengan mesin mekanis.

Berikut adalah beberapa alat utama dan sistem yang digunakan oleh insinyur perangkat lunak, insinyur tradisional, atau keduanya untuk menciptakan teknologi otomasi:

1. Komputer

Menulis dan menyimpan kode pada komputer serta juga menjalankan program yang telah selesai. Insinyur otomasi menggunakan komputer untuk mengelola dan mengendalikan otomasi untuk layanan online dan mesin mekanis.

2. Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman seperti Java, C#, dan Python memungkinkan automation engineer menulis program yang membantu dalam mengotomatisasi perangkat lunak. 

3. Software Pengujian Otomatis

Menggunakan software pengujian untuk memantau sistem mereka terhadap bug, kesalahan, dan cacat yang akan menghambat alur kerja. Program ini membuat pengujian efisien dan cepat untuk memungkinkan rilis yang lebih cepat.

4. Sistem Kontrol

Berfungsi sebagai perantara antara input dan output. Mereka mengambil informasi dari input dan, berdasarkan persyaratan yang diprogram oleh insinyur, memberikan instruksi kepada output.

5. Sensor pengukuran

Sensor bisa bersifat fisik atau berbasis software, tetapi selalu bekerja untuk mengukur informasi, yang disebut input, yang sistem kirimkan ke kontrol. Jenis sensor tergantung pada informasi apa yang diperlukan oleh kontrol untuk membuat keputusan, seperti gerakan, suhu, atau data.

6. Aktuator

Aktuator atau output, melakukan tindakan ketika kontrol memberikan instruksi. Ini bisa mencakup perangkat fisik seperti piston dan rotor atau sistem software yang mengeluarkan informasi, seperti gerakan kursor pada layar.

Dimana Automation Engineer Bekerja?

Dengan adanya kebutuhan terhadap otomasi yang tinggi dalam beragam industri dewasa ini, ahli otomasi khususnya automation engineer dapat bekerja baik pada perusahaan yang menjalankan suatu industri maupun perusahaan penyedia jasa otomasi seperti Laskar Otomasi. Keberadaan jasa otomasi industri memenuhi kebutuhan setiap industri yang terhadap sistem dan proses otomasi.

Open chat