
Butuh Bantuan?
Jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami
di melalu telepon dan email di bawah ini:
Apa itu Variable Speed Drive? VSD adalah alat yang akan sering Anda temukan di pabrik-pabrik atau manufaktur dengan banyak mesin electrical motor alias motor elektrik. Sebab alat ini digunakan untuk mengatur pasokan arus listrik AC ke setiap mesin waktu dinyalakan dan dimatikan.
Mengapa mesin-mesin tersebut perlu diatur arus listrik AC-nya?

Singkatnya, langsung menyalakan motor listrik dengan arus listrik tinggi akan membuat motor jadi cepat rusak. Walaupun sudah pakai inverter dan gelombang AC jadi sine wave, tapi perputaran motor yang langsung cepat karena pasokan arus listrik langsung tinggi akan memicu korsleting dan masalah-masalah lainnya.
Kalau Anda mau tahu apa saja masalah yang bisa disebabkan jika tidak pakai Variable Speed Drive, mari baca artikel berikut ini sampai habis.
Table of Contents
Variable Frequency Drive (VFD) atau Variable Speed Drive (VSD) adalah alat yang mengontrol frekuensi tegangan listrik AC ke electrical motor.
Berdasarkan Wikipedia, besarnya arus listrik yang dialirkan ke motor akan memengaruhi kecepatan perputarannya. Jika langsung dialirkan sesuai kemampuan maksimal motor, maka beresiko terjadi kerusakan waktu terjadi masalah seperti power surges, mati lampu, dan sebagainya.
Dengan dinyalakan secara perlahan, perputaran motor jadi lebih halus dan tidak cepat rusak. Bahkan dalam beberapa mesin, VSD dibutuhkan sebagai syarat utama karena menyangkut masalah kesehatan dan keselamatan penggunanya.
Fungsi dan manfaat dari Variable Frequency Drive kurang lebih sama seperti penggunaan soft starter motor. Secara garis besar, keduanya bisa membuat mesin bermotor jadi lebih awet dan tidak cepat rusak karena suply listrik yang meningkat secara bertahap setiap kali dinyalakan.
Tapi selain membuat motor jadi lebih awet, penggunaan Variable Frequency Drive juga bisa memberikan manfaat lainnya, seperti:
Soft starter motor biasanya sudah memiliki sistem bawaan dimana suplai listrik AC yang mengalir ke motor dibatasi dengan tahap-tahap tertentu. Sehingga semua motor yang dinyalakan akan mendapatkan arus listrik AC yang sama.
Namun, tidak semua mesin motor membutuhkan dan bisa dinyalakan dengan ukuran tegangan yang sama. Jika motornya lebih besar dan membutuhkan listrik yang lebih tinggi, maka penggunaan soft starter bisa jadi tidak efektif.
Oleh karena itu untuk manufaktur dengan mesin bermotor yang butuh listrik lebih bervariasi, penggunaan Variable Speed Drive jauh lebih efektif.
Sebab dengan VSD Anda bisa mengatur kecepatan perputaran motor waktu dinyalakan sesuai dengan suplai listrik yang dibutuhkan. Waktu dimatikan pun, operator bisa mengatur pembatasan listrik sampai motor non aktif sepenuhnya.
Berkat adanya fitur pengaturan kecepatan yang bisa disesuaikan sepenuhnya, konsumsi listrik juga bisa semakin dioptimalkan.
Tidak tiap hari pabrik dan mesin-mesin harus memproduksi dalam jumlah maksimal. Kadang ada hari-hari dimana produk yang harus dibuat jumlahnya hanya 50% dari hari-hari biasanya. Dan menyalakan mesin dengan listrik full bukan hanya akan menjadi pemborosan energi, tapi juga pemborosan budget untuk bayar listrik dan perawatan bulanan.
Dengan membatasi konsumsi listrik untuk mesin di hari-hari tertentu, Anda bisa menghemat budget untuk biaya produksi jangka panjang.
Selalu menggunakan mesin dalam kapasitas energi full juga sebenarnya bisa memperpendek umur mesin.
Manfaat dari VFD yang satu ini akan sangat terasa pada mesin bermotor seperti grinder, mixer, dan crusher.
Ketiga mesin tersebut harus diatur kecepatan perputaran motornya untuk mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan.
Sebagai contoh pada mesin crusher penghancur batu, dibutuhkan kekuatan yang lebih besar untuk menghancurkan jenis batu yang keras. Sedangkan untuk batu yang lebih lunak, motor harus diatur jadi lebih pelan agar hasilnya tidak jadi bubuk dan malah tidak bisa digunakan sama sekali.
Dalam kasus seperti ini, Variable Speed Drive bukan hanya berguna untuk menghemat energi, tapi juga untuk membantu menghasilkan produk sesuai dengan kualitas yang diinginkan.

Baca juga: Cari Tahu Keunggulan Variable Speed Drive di Sini!
Dikutip dari situs EMC Solution, Variable Frequency Drive juga punya beberapa kekurangan, misalnya:
Bagaimana VFD bisa menyebabkan semua masalah di atas? Mari cari tahu penjelasannya di bawah ini.
Pertama, memasang VSD artinya Anda perlu mengeluarkan biaya tambahan. Mesin VSD-nya sendiri cukup mahal, mulai dari 1,5 juta Rupiah hingga di atas 3 juta Rupiah, tergantung ukuran dan kualitas mesin yang diinginkan.
Selain itu, menyambungkan Variable Speed Drive ke motor membutuhkan kabel khusus. Sehingga perlu biaya double untuk instalasi alat ini.
Mengapa VSD bisa menyebabkan overheating? Bukannya alat ini harusnya membuat motor jadi lebih awet?
Jadi prinsipnya, setiap motor dibekali dengan kipas cooling masing-masing. Kipas cooling ini juga membutuhkan aliran listrik AC. Artinya jika motor digunakan dengan kecepatan rendah, dan suplai AC yang mengalir ke motor juga rendah, maka putaran kipas juga jadi lebih pelan.
Jika digunakan seperti ini dalam jangka panjang, motor bisa mengalami overheating karena kipas cooling tidak bekerja dengan efektif.
Kalau memang Anda lebih banyak menggunakan motor dengan tenaga rendah, kami sarankan gunakan blower tambahan sebagai pendingin eksternal.
Selanjutnya, bagian winding dan bearing motor juga bisa rusak jika tidak teliti baik dari segi pemasangan VSD maupun selama operasi tiap hari.
Winding dan bearing sendiri merupakan 2 elemen yang sangat vital dalam mesin bermotor. Keduanya berfungsi agar rotor bisa berputar dengan kecepatan tinggi dan meminimalisir friction atau gesekan yang membuat motor jadi aus.
Masalahnya, tidak semua jenis motor kompatibel dengan energi maksimal yang bisa dihasilkan ketika menggunakan VSD.
Winding motor yang tidak kompatibel dengan VSD bisa rusak dan terbakar akibat kelebihan muatan energi.
Tapi kebanyakan motor yang diproduksi 2 atau 3 tahun lalu sudah kompatibel dengan VSD. Untuk memastikan mana yang kompatibel dan mana yang belum, Anda bisa cek keterangan "VFD-rated", "VSD-rated", atau "Inverter Duty" pada produk sebelum membeli.
Melihat masalah yang bisa terjadi akibat penggunaan Variable Frequency Drive jika tidak teliti, lebih baik Anda mencari teknisi atau operator khusus yang memang paham dalam bidang VFD.
Cara ini memang memaksa Anda untuk mengeluarkan biaya tambahan lagi. Tapi hasilnya, mesin jadi lebih awet dan biaya bulanan untuk bayar listrik jadi lebih ringan.
Jadi seperti itulah pembahasan mengenai VFD atau VSD. Memang benar, Variable Speed Drive adalah alat yang bisa mengoptimalkan penggunaan energi dan mencegah kerusakan mesin karena power surges. Tapi apakah menurut Anda alat ini bisa memberi dampak positif dalam jangka panjang?
Jika Anda membutuhkan peralatan variable speed drive dan kebutuhan sistem otomasi industri lainnya, bisa menggunakan jasa dari Laskar Otomasi.